BPJS Kesehatan Terapkan SIstem Baru Pada 1 Juli 2025, Tapi Ketahui Iuran dan Denda Saat Ini

BPJS Kesehatan Terapkan SIstem Baru Pada 1 Juli 2025, Tapi Ketahui Iuran dan Denda Saat Ini -KORANLINGGAUPOS.ID-Instagram

Peserta mendapatkan layanan kesehatan rawat inap, dalam aturan tersebut skema iuran dibagi dalam beberapa aspek. 

Berikut penjelasannya:

1. Peserta Penerima Bantun Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang iurannya dibayarkan langsung oleh Pemerintah.

BACA JUGA:3 Cara Melihat Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak, Tanpa Harus Ke Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan

BACA JUGA:Kartu BPJS Kesehatan Hilang? Tenang Anda bisa Lakukan Ini

2. Iuran bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang bekerja dengan Lembaga Pemerintahan.

Terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar 5 persen dari Gaji atau Upah per bulan.

Dengan ketentuan : 4 persen dibayar oleh pemberi kerja, dan 1 persen dibayar oleh peserta.

3. Iuran peserta PPU yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta.

BACA JUGA:BPJS Ketenagakerjaan Bayar Manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan Hingga Ratusan Miliar, Apakah Kamu Termasuk?

BACA JUGA:Apakah Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Bisa Pindah ke PBI Jika Punya Tunggakan? Ini Penjelasannya

Sebesar 5 persen dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4 persen dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1 persen dibayar oleh Peserta.

4. Iuran keluarga tambahan PPU terdiri dari anak keempat dan seterusnya, ayah, ibu dan mertua.

Besaran Iuran sebesar 1 persen dari gaji atau upah, per orang per bulan, dibayar oleh peserta pekerja penerima upah.

5. Iuran bagi kerabat lain dari PPU seperti saudara kandung/ipar, asisten rumah tangga, dan lainnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan