Lagi, Penjual Tuak di Musi Rawas Diamankan Polisi

Anggota Polsek Jayaloka saat menggeledah warung milik HM di di Desa Sukowarno, Kecamatan Sukakarya - Foto : Dok Polres Mura-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Lagi, penjual tuak di Kabupaten Musi Rawas (Mura) berhasil diamankan anggota Polres Musi Rawas (Mura).
Kali ini anggota Polsek Jayalokaberhasil mengamankan HM (54), warga Desa Sukowarno, Kecamatan Sukakarya di kediamannya dan warungnya, Sabtu 22 Februari 2025 sekitar pukul 22.00 WIB.
HM diamankan karena melanggar Pasal 11 ayat 1 jo pasal 9 ayat 1 Perda Kab Mura Nomor 12 tahun 2016, tentang pencegahan dan pemberantasan maksiat, serta berdasarkan Sprint Kapolres Musi Rawas Nomor :Sprint/208/II/OPS.1.3./2025 tgl 21 Februari 2025 dan Surat Perintah Kapolsek Jayaloka Nomor : Sprins/ 21 / II / HUK.6.6 / 2025/Sek. Jlyk 22 Februari 2025.
Saat diamankan anggota juga menyita Barang Bukti (BB) satu jerigen minuman tuak yang berisi lebih kurang 15 liter.
BACA JUGA:Seorang Perempuan Penjual Tuak dan Miras di Musi Rawas Diamankan Polisi
BACA JUGA:KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Tambahan untuk Lebaran 2025, Simak Jadwal dan Tipsnya!
Kapolres Mura, AKBP Andi Supriadi SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Jayaloka, Iptu M Soleh didampingi Wakapolsek, Iptu Ali Wardana menjelaskan, awalnya mereka mendapatkan informasi dari masyarakat jika HM sering menjual minuman keras di warung miliknya di Desa Sukowarno, Kecamatan Sukakarya.
Saat personel Polsek Jayaloka melakukan penggeledahan diwarung pelaku, ditemukan satu jerigen minuman tuak yang berisi lebih kurang 15 liter
"Selanjutnya pelaku dan BB, digelandang ke Polsek Jayaloka, untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya
Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan, kemudian, pelaku dan BB, diserahkan ke Sat Pol PP Damkar Kabupaten Mura.
BACA JUGA:Kecanduan Judi Slot, Sopir di Musi Rawas Gelapkan Uang Penjualan Ayam untuk Main Judi Slot
BACA JUGA: Penjual Helm Asal Lubuk Linggau Mengadu Nasib di Musi Rawas
Dan, sesuai dengan Pasal 11 ayat 1 jo pasal 9 ayat 1 Perda Kab Mura Nomor 12 tahun 2016, tentang pencegahan dan pemberantasan maksiat.
Pelaku terancam pidana maksimal 3 bulan dan atau denda maksimal Rp. 5.000.000," tegasnya.