Batas Akhir Pelaporan SPT 2024 Tetap 31 Maret 2025, Wajib Pajak Diimbau Lapor Lebih Awal

Batas Akhir Pelaporan SPT 2024 Tetap 31 Maret 2025, Wajib Pajak Diimbau Lapor Lebih Awal-Tangkap Layar -
KORANLINGGAUPOS.ID- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2024 untuk wajib pajak orang pribadi tetap 31 Maret 2025, meskipun hari tersebut bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.
Dikutip KORANLINGGAUPOS.ID dari laman detik.finance.com, kepala Subdirektorat Pelayanan Perpajakan DJP, Tirta, menjelaskan bahwa aturan ini sudah diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).
Sementara itu, untuk wajib pajak badan, batas waktu pelaporan SPT Tahunan adalah 30 April 2025, atau empat bulan setelah berakhirnya tahun pajak.
Tirta menegaskan bahwa batas pelaporan tidak akan berubah meskipun pada 31 Maret 2025 jatuh pada Hari Raya Idul Fitri.
BACA JUGA:Buruan Cek! Biaya Pajak Motor 5 Tahunan dan Ganti Plat Terbaru 2025, Simak Perhitungannya!
Selain itu, menjelang batas akhir pelaporan SPT, ada juga Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 28 Maret 2025.
Apabila digabung dengan cuti bersama dan hari libur, kantor pelayanan pajak akan tutup pada 28 Maret hingga 7 April 2025.
Oleh karena itu, DJP mengimbau wajib pajak untuk melaporkan SPT lebih awal agar tidak mengalami kendala teknis akibat lonjakan akses ke sistem DJP Online menjelang tenggat waktu.
Pelaporan SPT Masih Menggunakan DJP Online, Belum Coretax
BACA JUGA:Kelurahan Puncak Kemuning Berupaya Meningkatkan Pendapatan Pajak
Untuk pelaporan SPT Tahunan 2024, sistem yang digunakan masih menggunakan mekanisme DJP Online melalui e-filing atau e-form, karena sistem baru Coretax belum diterapkan.
Oleh karena itu, wajib pajak tetap bisa melaporkan SPT mereka secara daring tanpa perlu datang langsung ke kantor pajak.
Tirta menyarankan agar wajib pajak tidak menunda pelaporan hingga hari terakhir agar terhindar dari potensi gangguan sistem akibat tingginya jumlah pengguna yang mengakses platform secara bersamaan.
Sanksi bagi Wajib Pajak yang Telat atau Tidak Melapor