Pendakian Bukit Kaba Kembali Dibuka, Waspadai Cuaca Ekstrem dan Risiko Hipotermia
Pendakian Bukit Kaba Kembali Dibuka, Waspadai Cuaca Ekstrem dan Risiko Hipotermia-Tangkap Layar -
KORANLINGGAUPOS.ID – Setelah ditutup selama lebih dari dua bulan untuk pemulihan ekosistem, Taman Wisata Alam Gunung Api Bukit Kaba kembali dibuka untuk umum sejak 20 Maret 2025.
Lokasi Gunung Api Bukit Kaba ini yang berada di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kembali menarik perhatian para pendaki dari berbagai daerah.
Namun, meski kunjungan wisatawan mulai menunjukkan tren positif, kondisi cuaca di kawasan Bukit Kaba belakangan ini justru menjadi perhatian serius.
Hujan deras dan suhu dingin yang ekstrem menjadi tantangan baru bagi para pengunjung.
BACA JUGA:Jalur Pendakian Bukit Kaba Ditutup Sementara Mulai Hari Ini, Ini Alasannya
Kondisi cuaca buruk ini bahkan sudah memicu insiden serius.
Pada Sabtu malam 12 April 2025, seorang pendaki perempuan berusia 17 tahun bernama Rahayu asal Kota Bengkulu harus dievakuasi dari puncak Bukit Kaba.
Ia diduga mengalami gejala hipotermia setelah terpapar suhu dingin yang ekstrem selama pendakian.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kaba, Yulian Adi Pratama, mengonfirmasi kejadian tersebut.
BACA JUGA:Sinopsis Film Petaka Gunung Gede: Kisah Nyata yang Menyeramkan
Ia menyebut bahwa kondisi pendaki semakin memburuk karena yang bersangkutan juga memiliki penyakit bawaan, yakni asma.
“Kondisi di atas sangat dingin setelah hujan badai. Pendaki tersebut kami evakuasi karena menunjukkan gejala hipotermia dan memiliki riwayat asma,” ungkap Adi.
Menanggapi kejadian tersebut, Adi mengingatkan seluruh calon pendaki untuk benar-benar mempersiapkan diri sebelum mendaki.
Ia menekankan pentingnya membawa perlengkapan seperti pakaian hangat, peralatan medis (P3K), dan logistik yang cukup.