Ada 2 Pilihan Program Ketahan Pangan Desa Muara Rengas

Kades Muara Rengas Yudi--

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Ada dua alternatif pilihan program ketahanan pangan Desa Muara Rengas, Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan tanam ubi kayu atau padi.      

"Kita ada dua pilihan antara tanam ubi kayu atau tanam padi pasang," kata Kepala Desa (Kades) Muara Rengas,  Yudi kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 26 April 2025. Menurut pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) pilihan tersebut belum diputuskan karena pihaknya belum mengadakan rapat bersama masyarakat.

"Kita belum menetapkan karena belum melaksanakan rapat desa. INi perlu perencanaan pertimbangan yang matang agar tidak gagal apa yang kita tanam," tambahnya.

"Yudi menyebutkan bahwa jika tanam ubi kayu dalam skala besar bisa di jual ke Lampung. "Kalau kita tanam ubi hasil panennya bisa dijual ke Lampung ada perusahan yang siap menampung," jelasnya.

BACA JUGA:Program Ketahanan Pangan Dirasakan Manfaatnya oleh Petani Musi Rawas

BACA JUGA:Pemdes Kosgoro Adakan Musdes Bahas Program Ketahanan Pangan

Menurutnya pengelolaan program ketahanan pangan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Program ketahanan pangan ada beberapa pilihan setiap desa berbeda-beda tergantung hasil rebuk desa apakah mau tanam jagung atau ubi kayu, atau mau tanam padi.

"Tergantung desa masing-masing," jelasnya.

Dana Desa Muara Rengas tahun 2025 kecil hanya Rp 700 juta. "JAdi anggaran fisik hanya Rp 200 juta. Pasalnya dari total dana desa untuk ketahanan pangan 20 persen, bantuan langsung tunai (BLT) 15 persen. "Banyak ke program ketahanan pangan, BLT kita maksimalkan 15 persen full," ungkapnya.

Yudi mengaku pembangunan fisik maupun kegiatan lainnya dari dana desa belum dimulai. Pasalnya Desa Muara Rengas salah satu desa dari 20 desa yang belum mencairkan desa. "20 desa belum cair salah satunya Desa Muara Rengas," akunya.

Menurunnya kondisi cuaca ekstrim saat ini tidak memungkinan untuk melaksanakn pembanguna fisik khususnya membangun jalan karena dapat merusak jalan yang telah dicor.

BACA JUGA:Gerina Resmi Diluncurkan, Prabowo dan Ustad Adi Hidayat Kompak Dorong Ketahanan Pangan

BACA JUGA:Warga Binaan Lapas Narkotika Muara Beliti Tanam Kacang Panjang, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

"Kondisi hujan berdampak terhadap kualitas bangunan, maka kita mencari cela waktu yang tepat untuk mulai pembangunan," jelasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan