BPP Tugumulyo, Dorong Percepatan Tanam Padi dan Serapan Gabah

Kepala UPT BPP Tugumulyo Abdullah., S.P saat meninjau lokasi tanam padi serentak beberapa waktu yang lalu-Foto : Dokumentasi BPP Tugumulyo-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas (Mura) melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Tugumulyo terus berupaya melakukan percepatan tanam di area persawahan petani di Kecamatan Tugumulyo.

Selain terus melakukan sosialisasi terkait dengan percepatan tanam kepada kelompok-kelompok para petani, BPP Tugumulyo juga melakukan sosialisasi serapan gabah panen kering.

Hal ini untuk memudahkan para petani menjual hasil produksi tanaman padinya kepada pihak Bulog.

Kepala UPT BPP Kecamatan Tugumulyo, Abdulah, S.P menyatakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yakni meningkatkan kembali untuk melakukan percepatan tanam padi di Kelompok Tani sebagai upaya untuk memenuhi swasembada pangan.

BACA JUGA:BPP Tugumulyo Ajak Petani Lakukan Tanam Serentak, Dukung Program ketahanan Pangan Nasional

BACA JUGA:BPP Kecamatan Sumber Harta Musi Rawas Dorong Generasi Muda jadi Petani Milenial

Selain itu BPP juga mensosialisasi kepada para petani melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa-desa masing-masing agar hasil produksi tanaman padi mereka itu diserap oleh  Bulog, ini juga sebagai program dari Pemerintah Pusat untuk Ketahanan Pangan Nasional.

Menurut para petani ini juga sebagai program yang sangat membantu mereka dalam menjual hasil produksi tanaman padinya, selain mereka tidak direpotkan dengan pengolahan padinya, harganya pun cukup baik. 

"Selain itu dengan harga Perkilonya Rp 6.500 gabah Kering panen tersebut sebagian para petani saat ini lebih memilih menjual gabah kering panen mereka ketimbang menjual beras. Menurut mereka perbandingannya juga sangat signifikan," jelasnya Kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Minggu 27 April 2025.

Pihaknya telah merencanakan kedepannya para petani di setiap desa itu  melakukan percepatan tanam serentak. Pihaknya akan melakukan pengetatan dalam pengawasan hama dan penyakit pada tanaman padi.

Untuk saat ini yang paling banyak laporan dari para petani itu adalah serangan hama tikus hal ini tentunya menjadi perhatian kami di BPP Tugumulyo, untuk itu kita telah berkolaborasi dengan Pihak Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Tugumulyo dalam pengendaliannya.

BACA JUGA:Luas Kebun Jagung di Wilayah BPP Rahma 32 Hektar

BACA JUGA:Dosen Universitas Bina Insan Lubuk Linggau PKM di BPP Air Duku Rejang Lebong

Jadi setiap desa nantinya akan dilakukan pengendalian hama tikusnya melalui PPL dan Petugas POPT biasanya akan melakukan gerakan pengendalian dengan bahan atau obat-obatan yang mereka sediakan sesuai dengan anjuran.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan