Diserang Hama Petani di Kecamatan Selangit Kapok Tanam Padi
Kepala BPP Selangit, Sanen Priyanto sedang monitoring petani panen jagung di Desa Taba Gindo Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas--
SELANGIT, KORANLINGGAUPOS.ID - Petani di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sejak 3 tahun terakhir tidak mau lagi tanam padi, pasalnya mereka trauma pernah gagal panen. Sehingga mereka beralih tanaman hortikultura.
"Sejak 2-3 tahun terakhir petani di sini (Selangit) tidak mau lagi tanam padi karena diserang hama sehingga gagal panen. Sejak saat itu takut tanam padi," kata Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Selangit, Sanen Priyanto kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 24 Mei 2025.
Menurutnya padi yang ditanam ada padi sawah tadah hujan dan ada padi darat. "Padi Tadah Hujan ada di Desa Taba Rena," tambahnya.
Kendala lainnya bagi petani padi darat di Selangit soal membuka lahan. Sekarang sudah tidak boleh lagi buka lahan dengan cara dibakar. Dulu mereka buka lahan dengan cara dibakar sehingga cepat proses pembukaan lahan. "Namun sejak tidak boleh lagi buka lahan dengan cara dibakar masyarakat terkendala untuk buka lahan untuk tanam padi darat," paparnya
BACA JUGA:PPL Desa Satan Indah Jaya Gencar Sosialisasi Percepatan Tanam Kepada Petani
BACA JUGA:Petani Karet Mulai Beralih ke Pertanian Padi Sawah
Karena tidak ada yang tanam padi maka di Selangit tidak ada serapan padi maupun gabah kering panen (GKP) oleh Bulog. "Di sini tiada ada yang tanam padi maka tidak ada serapan GKP ataupun padi oleh Bulog," sebutnya.
Selain beralih ke tanaman hortikultura mereka juga ada yang tanam kopi dan sawit. "Tanaman padi darat juga ada tumpang sari sewaktu pohon kelapa sawit masih kecil. Sekarang pohon kelapa sawit sudah usia 2-3 tahun sehingga tidak bisa lagi ditanam padi di sela-selanya karena pohon kelapa sawit sudah rimbun," paparnya.
Untuk tanaman hortikultura di Kecamatan Selangit paling dominan tanam kencur. Petani yan tanam kencur hampir di semua desa yang ada di Kecamatan Selangit jumlahnya 11 desa, 1 kelurahan.
"Harga jual kencur lumayan sehingga petani lebih memilih tanam kencur. Yang paling banyak tanam kencur," paparnya.
BACA JUGA:Petani Di Desa Air Satan Merasa Sangat Terbantu Dengan Adanya Bantuan Benih Padi
BACA JUGA:Petani Kelapa Sawit Musi Rawas Bakal Dapat Bantuan dari Ditjenbun
Selain kencur ada yang tanam jagung untuk pakan ternak. Luas tanam jagung di Kecamatan Selangit 9,5 hektar. Kebun jagung yang paling luas di Desa Batu Gane luasnya 3 hektar. Yang tanam jagung di Desa Batu Gane pada bulan Mei 2025 tercatat 3 hektar. Mereka tergabung pada 2 kelompok tani (Poktan) yakni Poktan Gembira dan Ganesyah.
Selain itu ada di Desa Prabu Menang luas tanaman jagung 1,5 hektar, mereka tergabung 1 Poktan yakni Poktan Wijaya 2. Di desa lain juga ada tapi tidak luas ada 1/2 hektar, 1/4 hektar. Petani jagung di Kecamatan Selangit swadaya bukan bantuan pemerintah.