Bibit Kopi Dari Daerah Lain Tidak Cocok Dibudidayakan di Selangit

Dessi Kurnia petugas Dinas Perkebunan (Disbun) di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas sedang monitoring kebun kopi di Desa Napal Melintang, Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas- -foto dokumen Disbun--

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID -Bibit kopi yang didatangan dari daerah lain tidak cocok dibudidayakan di Kecamatan Selangit

Hal itu diketahui beberapa kali petani mendatangkan bibit unggul diantaranya dari Kabupaten Empat Lawang yang juga merupakan daerah penghasil Kopi di Provinsi Sumsel.

 "Bibit kopi unggul dri 4 Lawang ditanam di sini Selangit tidak cocok buahnya sedikit. hasinya tidak maksimal tidak sebandng dengan kopi lokal yang ada di Selangit," kata Dessi Kurnia petugas Dinas Perkebunan (Disbun) Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas, kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Kamis 12 Juni 2025.  

Tidak hanya itu ada juga ada perusahan yang tanam kopi di Selangit yaitu PT Bumi Sriwijaya Sejahtera (BSS) total luas lahannya 1.000 hektar namun yang baru digarap 393 hektar. Perusahan tersebut gagal hasil kopinya tidak maksimal. Jenis kopi yang ditanam Arabika. Karena gagal tampaknya sekarang tidak terurus lagi," jelasnya.

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Adakan Retret Pelajar, Bukan Hanya untuk Anak Nakal, Tapi Juga untuk yang Berprestasi

BACA JUGA:BAZNAS Sumsel Akan Bangun 686 Sanitasi di Kabupaten Musi Rawas

Lebih lanjut Dessi menjelaskan ada juga program peremajaan kebun kopi dari  Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) di Desa Taba Gindo, luasnya 25 hektar, juga gagal karena bibitnya banyak yang mati. Awalnya memang bagus namun setelah bibit kopi berusia 6 bulan setelah ditanam mati.

Bibit kopi program peremajaan kopi tersebut jenisnya Robusta dari daerah Lambung. Bantuan tersebut paket lengkap mulai dari pupuk organik, pupuk NPK, pupuk cair  dan sebagainya.  "Bantuan paket lengkap mulai dari pupuk yang terdiri pupuk organik, pupuk NPK, pupuk cair  dan sebagainya, kita aplikasikan sesuai ketentuannya namun tetap saja tidak berhasil," ungkapnya.  

Tidak berhasilnya bibit kopi dari luar mungkin faktor cuaca, karena memang kopi sebagian besar di dataran tinggi atau daerah dingin, di Selangit panas. Kopi yang ada di Selangit saat ini memang sudah cocok dengan iklimnya.

Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas merupakan daerah penghasil kopi. Sebagian besar kopi yang ada di Kecamatan Selangit Robusta dan kopi lokal. Kemungkinan kopi yang dibudidayakan di Kecamatan Selangit ini hanya cocok diambil dari pohon kopi yang ada saat ini. "Kemungkinan untuk budidaya kopi di sini hanya cocok diambil dari batang kopi yang sudah ada," jelasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan