AKYP, BPDP dan Ditjenbun Kembali Adakan Pelatihan Petani Sawit
AKPY komitmen tingkatkan skill teknis budaya petani sawit di Kabupaten Muba, Didukung BPDP dan Ditjenbun- -foto dok.sumeks.co--
KORANLINGGAUPOS.ID - Akademi Komunitas Yogyakarta (AKYP) dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Dirjen Perkebunan (Ditjenbun)-Kementerian Pertanian Kembali mengadakan pelatihan petani sawit di Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis 12 Juni 2025.
Dilansir KORANLINGGAUPOS.ID dari SUMEKS.CO, sebelumnya, AKYP telah sukses mengadakan kegiatan serupa diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Sumsel, dengan modul pelatihan berbeda-beda.
Kini, pelatihan kembali diadakan diikuti 161 orang dari Kabupaten Banyuasin (Muba) dengan modul pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit.
Pelatihan yang diadakan selama 5 hari (Rabu hingga Minggu 11-15 Juni 2025) ini dengan target peserta antara lain kebun, keluarga pekebun, penyuluh, tenaga pendamping, ASN di bidang sawit dan masyarakat sekitar kebun.
BACA JUGA:Di Musi Rawas, Ratusan Hektare Sawah Alih Fungsi Jadi Kebun Sawit
BACA JUGA:Kabar Gembira Program Kuliah Gratis SDM Kelapa Sawit Dibuka Kembali
Direktir AKPY, Dr Sri Gunawan, SP.MP menyampikan ada beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan pelatihan implementasi dari program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit (SDM PKS).
"Pertama, memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan (good management practices). Kedua, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan," katanya, KAmis 12 Juni 2025.
Lebih lanjut, Dr Sri Gunawan, mengharapkan seluruh peserta agar mengikuti kegiatan pelatihan petani ini dengan baik. Sebab, tidak semua petani sawit yang ada di daerah sentra sawit mendapatkan kesempatan pelatihan ini. Masih banyak petani-petani sawit yang belum mendapatkan kesempatan pelatihan .
"Untuk itu, peserta yang saat ini mengikuti kegiatan pelatihan merupakan petani sawit yang beruntung bisa terpilih. Oleh karena itu, gunakan kesempatan ini dengan baik serap semua ilmu yang disampaikan oleh instruktur," harapnya.
"Kami berharap peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan, bisa menerapkan teknik budidaya kelapa sawit di kebunnya sendiri dan menjadi agen perubahan dalam hal budidaya kelapa sawit yang lebih produktif. Dan, sampaikan atau tularkan materi pembelajaran yang telah didapat kepada petani, saudara dan tetangga penyuluh swadaya, pengurus koperasi dan lain-lain," pintanya.