Wako Palembang Ratu Dewa Kunjungi Kakek Korban Begal
Wako Palembang, Ratu Dewa saat mengunjungi kediaman Hasan kakek pemulung korban Curas--foto dokumen sumeks.co--
PALEMBANG, KORANLINGGAUPOS.ID - Apes dialami seorang kakek pemulung di Kota Palembang. Pasalnya, ia harus menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas).
Dilansir KORANLINGGAUPOS.ID dari SUMEKS.CO, akibat dibegal itu, uang miliknya sebesar Rp 380 ribu dibawa dua orang pemuda yang diduga sebagai pelaku Curas sembari mengacungkan senjata tajam (Sajam).
Korban, yakni kakek pemulung yang diketahui bernama Hasan ini mengaku trauma saat ia mendapatkan kunjungan dari Wali Kota (Wako) Palembang, Ratu Dewa.
Dalam kunjungan orang nomor 1 di Kota Palembang ini, Ratu Dewa sempat bercengkrama ringan dengan korban.
BACA JUGA:Dari 17 Sekolah Kedinasan Kemenhub 2025 Buka Pendaftaran, Ada 3 dari Palembang
BACA JUGA:Mantan Bupati Mura dan 4 Tersangka Lainnya Bakal Ikuti Sidang Perdana di PN Tipikor Palembang
Wako Palembang Ratu Dewa menyampaikan turut prihatin dengan apa yang dialami Mang Hasan (korban Curas-red).
Dalam kesempatan itu pula Wako Palembang Ratu Dewa menyampaikan jika memilih program retret untuk remaja nakal di barak guna menghindari tindak kriminalitas di Kota Palembang.
Diketahui sebelumnya Kakek Pemulung sempat viral di Sosmed usai menjadi korban Curas. Ia acungkan sajam dan uang miliknya dirampas.
"Posisi mamang tu jalan kan nyari kalu ado yang jual rongsokan Dio belu na dio tu di jalan arah SMP 13 sekitar jln ratna, jln joko atau apolah itu kurang tau jg nama jlnnya ado wong 2 sikok nodong pisau sikok merikso kantong mamang adolah duet 380 ribu diambeknya galo oleh bdk itu," narasi postingan akun @palembang.update Sabtu 14 Juni 2025.
"Posisi duet tuu boleh njam pulok kak dengan wng, Balik krmah gemeter dia sepajang jalan mse trauma," tambah keterangan postingan itu.
Kronologi dalam narasi itu, Follower kami yang merupakan tetangga dari si kakek pemulung ini menceritakan bahwa kakek tersebut kena begal saat melintas di Jalan Ratna arah SMP 13. "uan 380 ribu lenyap," tulisanya.