Kuliner Lubuk Linggau : Cobain Segernya Rujak Buah Bu Sri
Rujak buah dengan irisan buat mangga,bengkoang,pepaya yang menggugah selera-Foto : Rini Junita Sari/Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Di tengah menjamurnya makanan cepat saji dan kuliner kekinian, rujak buah tetap bertahan sebagai salah satu makanan tradisional yang digemari masyarakat Lubuk Linggau.
Perpaduan rasa manis, asam, dan pedas dari aneka buah segar dengan bumbu kacang yang khas membuat hidangan ini selalu dirindukan.
Rujak buah, yang dikenal luas di berbagai daerah di Lubuk Linggau, terdiri dari irisan buah-buahan seperti mangga muda, jambu, nanas, bengkuang, dan kedondong. Semua disiram dengan sambal kacang yang diolah dari gula merah, terasi, cabai, dan sedikit air asam jawa.
Di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kanan Ss, Kecamatab Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan, seorang penjual rujak legendaris, Bu Sri (56), mengaku bisa menjual hingga 70 porsi rujak buah per hari, terutama saat cuaca panas. “Banyak yang bilang rujak itu segar dan bikin melek. Apalagi kalau pakai mangga muda, pedasnya mantap!” ujarnya saat diwawancarai KORANLINGGAYPOS.ID, Minggu 15 Juni 2025.
BACA JUGA:Kuliner Lubuk Linggau : Pempek Bu Sri, Cita Rasa Palembang yang Melegenda
BACA JUGA:Kuliner Lubuk Linggau : Es Teh Jumbo, Minuman Segar yang Menjadi Gaya Hidup
Selain menyegarkan, rujak buah juga memiliki manfaat kesehatan. Kandungan vitamin dari buah-buahan segar dan antioksidan dari cabai dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, rujak tak hanya enak, tapi juga menyehatkan.
Di era digital ini, rujak buah bahkan hadir dalam bentuk yang lebih modern. Banyak usaha rintisan kuliner kini menjual rujak buah dalam kemasan siap saji atau melalui aplikasi pesan antar. Inovasi ini menjadikan rujak semakin mudah diakses oleh masyarakat perkotaan yang sibuk.
Rujak Buah Buk Sri buka setiap hari, mulai dari pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB
Dengan cita rasa khas yang menggugah selera dan warisan budaya yang kaya, rujak buah membuktikan bahwa makanan tradisional Indonesia tetap mampu bersaing dan bertahan di tengah arus modernisasi.