BPBD Musi Rawas Siaga Hadapi Musim Kemarau dan Potensi Karhutla
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas, H.A. Darsan – foto BPBD--
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Menghadapi musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mulai meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah peralatan telah disiapkan, personel disiagakan penuh, serta langkah antisipasi terus dilakukan guna menghindari bencana yang lebih luas.
Kepala BPBD Kabupaten Musi Rawas, H. A. Darsan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai perlengkapan pemadaman karhutla, di antaranya dua unit mobil tangki air, mesin pompa, selang, noozle, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
“Kami juga telah menyiagakan personel selama 1x24 jam. yang siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan,” ujar H. A. Darsan.
Sebagai bentuk antisipasi di medan sulit, BPBD Musi Rawas juga menyiapkan empat unit motor trail untuk membantu mobilisasi personel ke lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh mobil tangki.
BACA JUGA:Antisipasi Karhutla Polsek Pemulutan Polres Ogan Ilir Mengambil Langkah Cepat
BACA JUGA:Hadapi Karhutbunlah, Bupati Minta Perusahaan di Muba Siaga Penuh
“Motor trail ini akan sangat membantu personel, khususnya jika titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dilalui kendaraan roda empat,” jelasnya.
Berdasarkan pemetaan wilayah rawan, saat ini BPBD Musi Rawas mengidentifikasi sembilan kecamatan yang tergolong sangat rawan karhutla, yakni: Muara Lakitan, Bts Ulu Cecar, Muara Kelingi, Terawas, Selangit, Megang Sakti, Tuah Negeri, Muara Beliti, dan Jayaloka. Sementara tujuh kecamatan lainnya masuk dalam kategori rawan sedang.
H. A. Darsan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, kebun, maupun hutan. Ia mengingatkan bahwa dampak dari kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat serta menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
“Melalui kesempatan ini kami menghimbau masyarakat agar tidak membakar lahan atau kebun. Asap dari karhutla dapat memicu penyakit ISPA, menurunkan kualitas udara, dan merusak tanaman serta ekosistem sekitar,” tegasnya.
BACA JUGA:Apel Siaga Karhutbunlah 2025, Berikut 7 Arahan Bupati Muba
BACA JUGA:7 Kecamatan di Muratara Rawan Karhutlah Masyarakat Diimbau Waspada
BPBD Musi Rawas juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, camat, hingga perangkat desa untuk bersama-sama mengantisipasi dan menanggulangi potensi karhutla. Sosialisasi ke masyarakat juga terus dilakukan agar warga semakin paham akan bahaya dan sanksi hukum terkait karhutla.
Dengan kesiapsiagaan dan kolaborasi yang baik, BPBD berharap wilayah Musi Rawas dapat terhindar dari bencana karhutla selama musim kemarau berlangsung. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.