Stop Bandingkan Anak, Terima Anak Apa Adanya

Dra. Yuli Suliswidiawati - Foto : Dok. TikTok Dra. Yuli Suliswidiawati-

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Dalam setiap hati orang tua, terpatri harapan agar anaknya menjadi pribadi yang sukses, bahagia, dan mampu menghadapi dunia dengan percaya diri. 

Namun sayangnya, dalam perjalanan mendidik anak, niat mulia tersebut kadang tersampaikan dengan cara yang salah satunya melalui kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain. 

Kebiasaan ini, menurut Dra. Yuli Suliswidiawati, bukan hanya tidak membantu, tetapi juga berpotensi melukai secara psikologis dan emosional.

Tindakan membandingkan anak sering muncul dari berbagai dorongan ingin memotivasi anak agar lebih giat belajar atau berperilaku lebih baik.

BACA JUGA:Nurihsan Oktaviana : Rokok Hambat Masa Depan, Dokter Harusnya Ambil Peran Mencegah Anak jadi Perokok

BACA JUGA:Investasi Ciptakan Generasi Emas : Tanamkan Nilai Karakter dan Adab pada Anak Mulai dari Rumah

Padahal, menurut Dra. Yuli, setiap anak tumbuh dalam konteks dan potensi yang berbeda. Tidak adil dan tidak sehat bila mereka dinilai dengan standar yang bukan miliknya.

Dra. Yuli sering menjelaskan dalam edukasinya bahwa membandingkan anak tidak menumbuhkan semangat, justru bisa meninggalkan luka batin yang dalam. 

Berikut beberapa dampaknya diantarannya turunnya kepercayaan diri anak, anak mulai meragukan kemampuannya sendiri dan merasa tidak cukup baik

Membandingkan anak adalah cara instan yang sering digunakan orang tua karena terbiasa melihat pencapaian sebagai ukuran mutlak. Padahal, perkembangan psikologis dan emosional anak jauh lebih penting untuk membentuk pribadi yang utuh dan bahagia.

BACA JUGA:Monitoring MPLS 2025, Kadisdikbud Lubuk Linggau : Tumbuhkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

BACA JUGA:Orang Tua Ajarkan Huruf Sejak Kecil: Fondasi Emas Pendidikan Anak

Alih-alih membandingkan, orang tua bisa melakukan pendekatan yang lebih membangun dan penuh kasih:

Kenali kekuatan, minat, dan karakter anak. Berikan dukungan untuk mengembangkan bakat mereka, bukan memaksakan bakat orang lain.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan