Angka Penderita TBC di Musi Rawas Masih Tinggi

Kasi P2PM Dinkes Musi Rawas - Iwan Joko Sulistio -Foto :Mukmin/Linggau Pos-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Angka penderita Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, masih terbilang tinggi. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 3.338 orang berada dalam kategori faktor risiko TBC. 

Sementara itu, kasus positif TBC yang terdeteksi mencapai 356 orang. Seluruh penderita positif tersebut telah mendapatkan tatalaksana pengobatan dari Dinas Kesehatan setempat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Musi Rawas, Drg. Maya Kesuma Surya,. Mars melalui Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (KP2PM)  Iwan Joko Sulistio, Menurutnya, penanganan TBC harus mengacu pada berbagai indikator penting.

"Yang kami nilai bukan hanya jumlah penderita, tapi juga berapa orang yang sudah diskrining, berapa target yang ingin dicapai, berapa yang positif dan sudah mendapatkan pengobatan, serta berapa yang berhasil sembuh," jelas Iwan.

BACA JUGA:Menkes Sebut Fakta Mengejutkan, Setiap Lima Menit Dua Kematian Disebabkan oleh TBC Ini Langkah Kemenkes

BACA JUGA:Kemenkes Percepat Eliminasi TBC

Ia menambahkan, TBC merupakan penyakit menular langsung yang memiliki penyebaran cepat dan masif. Ciri-ciri umum penderita TBC di antaranya adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, berkeringat di malam hari, penurunan nafsu makan, serta penurunan berat badan yang signifikan.

"Semua orang berisiko tertular. Karena itu, kita harus aktif melakukan skrining terhadap mereka yang memiliki faktor risiko agar bisa segera ditangani dan tidak menjadi sumber penularan," ujarnya.

Iwan juga menyoroti kompleksitas permasalahan TBC, yang menurutnya tidak bisa ditangani hanya oleh dinas kesehatan saja. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani penyakit ini secara menyeluruh.

"Penanggulangan TBC harus dimulai dari semua aspek kehidupan. Kita harus pastikan lingkungan yang sehat, akses terhadap protein yang cukup, dan dukungan sosial yang memadai. Untuk itu, kami bekerja sama dengan Dinas Perkim, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Sosial untuk menangani TBC secara komprehensif di Kabupaten Musi Rawas," jelasnya.

BACA JUGA:Ketahui Gejala TBC, Jangan Sampai Terlambat Ditangani

BACA JUGA: 304 Warga Muratara Terinfeksi TBC, Dinkes Imbau Masyarakat Waspada Penularan TBC

Ia pun mengimbau masyarakat agar memiliki kesadaran dan respons cepat terhadap gejala TBC. Jika ada anggota keluarga atau masyarakat sekitar yang mengalami batuk lebih dari dua minggu disertai penurunan berat badan drastis, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dahak (sputum).

Dinkes Musi Rawas juga terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat serta tidak mengabaikan gejala-gejala TBC. Upaya ini diharapkan bisa menurunkan angka penularan dan meningkatkan angka kesembuhan secara signifikan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan