Satu Dekade Usaha Kerupuk Ubi, Begini Curhatan Warga M Sitiharjo Musi Rawas
Sebelum masuk proses penggorengan, agar kerupuk kering penjemuran kerupuk ubi memerlukan waktu paling sedikit 3 hari-Foto M. Dani / Linggau Pos-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Pak Karwin adalah salah seorang pengusaha kerupuk ubi di Desa M. Siti Harjo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.
Usaha kerupuk ubi telah ditekuninya dalam 10 tahun terakhir.
Terdapat banyak warga yang menjadi pengrajin kerupuk ubi ini di Desa M Sitiharjo.
Dalam pengolahannya Karwin menggunakan 100 Kg ubi kayu (singkong) dan menghasilkan 30 Kg kerupuk mentah dalam sekali pengolahan.
BACA JUGA:Toko Maulana 88, Berlokasi di Tugumulyo Sedia Aneka Kerupuk Ikan
BACA JUGA:Pembuat Kerupuk Ubi Musi Rawas Berharap Pemerintah Perhatian pada Pelaku Usaha Kecil
Untuk pembuatannya kerupuk ubi yang dibuat lebih banyak menggukan ubi dari hasil menanam sendiri memanfaatkan kekayaan ubi di Desa M sitiharjo.
Dalam proses produksi kerupuk ubi ini memerlukan waktu 3 hari untuk proses pembuatanya, dari proses pembuatan sampai penjemuran hingga menjadi kerupuk ubi yang siap jual.
Pembuatan kerupuk ubi memerlukan panas yang cukup agar kerupuk ubi cepat kering atau sudah siap jual.
Banyak masyarakat yang meminati kerupuk ubi ini, apa lagi jika banyak orang yang lagi acara hajatan kerupuk ubi Karwin laris terjual.
BACA JUGA:Renyah & Gurih! Kerupuk Toko Oleh-Oleh 768 Jadi Incaran saat Ramadan
BACA JUGA:Kerupuk Singkong Rumahan di Musi Rawas, Banjir Pesanan di Bulan Ramadan
Kerupuk ubi Pak Karwin dibandrol dengan harga Rp 10.000 per Kg.
Untuk pemasarannya selain bisa beli langsung ke rumah, juga bisa delivery area Tugumulyo.