Hasil Sensus Pertanian, Karet dan Sawit Masih Jadi Andalan di Musi Rawas

Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas, Samsul Munawar, S.ST., M.Si- Foto : Mukmin Hidayat/Linggau Pos-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023, subsektor perkebunan tercatat sebagai sektor paling dominan dalam struktur usaha pertanian perorangan di Kabupaten Musi Rawas. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas, Samsul Munawar, S.ST., M.Si.

Ia juga menyampaikan bahwa Sensus Pertanian diadakan 10 tahun sekali dengan tahun yang berakhiran 3.

Dan dari hasil sesnsus tersebut terdapat Dari total 80.564 unit usaha pertanian perorangan yang tercatat di kabupaten tersebut, sebanyak 65.023 unit atau sekitar 80,72 persen bergerak di subsektor perkebunan. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha pertanian di Musi Rawas menggantungkan mata pencahariannya pada komoditas perkebunan tahunan.

“Komoditas karet merupakan yang paling banyak diusahakan, yakni sebanyak 44.050 unit usaha. Diikuti kelapa sawit sebanyak 31.202 unit,” jelas Samsul.

Komoditas lainnya seperti kopi (3.720 unit), kelapa (2.987 unit), dan kakao (677 unit) juga turut diusahakan, meski dalam skala lebih kecil.

BACA JUGA:Mau Lunasi Hutang Sopir Angkutan Sawit di Musi Rawas Nekat Curi Sawit Milik Perusahaan, Namun Aksinya Gagal

BACA JUGA:Warga Trikarya Purwodadi Cari Harapan Baru, Alih Profesi jadi Petani Sawit

Sementara itu, untuk subsektor tanaman pangan, Sensus Pertanian 2023 mencatat sebanyak 17.017 unit usaha perorangan yang tersebar di seluruh wilayah Musi Rawas. Dari jumlah tersebut, padi menjadi komoditas utama dengan 14.825 unit usaha, sedangkan palawija tercatat sebanyak 3.240 unit.

Kecamatan Tugumulyo menjadi sentra utama aktivitas pertanian tanaman pangan, dengan total 4.232 unit usaha atau 24,87 persen dari total kabupaten. Dari angka itu, 3.634 unit merupakan usaha pertanian padi dan 1.080 unit palawija. Disusul Kecamatan Sumber Harta dengan 2.855 unit usaha (16,78 persen), di mana hampir seluruhnya merupakan penanam padi (2.813 unit).

Kontribusi signifikan juga datang dari Kecamatan Megang Sakti (15,94 persen) dan Purwodadi (12,63 persen). Sementara beberapa kecamatan lainnya memiliki kontribusi relatif kecil, seperti Selangit (0,83 persen), Tiang Pumpung Kepungut (0,30 persen), dan Jayaloka (0,61 persen).

Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas menegaskan pentingnya penggunaan data hasil sensus ini sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pertanian ke depan.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Sumsel Cenderung Turun Termasuk di Kabupaten Musi Rawas

BACA JUGA:Pabrik Mengolah Tandan Kosong Kelapa Sawit jadi Black Pellet Bakal Hadir di Muba

“Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup dari subsektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, swasta, maupun petani untuk bekerja sama meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah komoditas tersebut,” ujar Samsul.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan