Gado-Gado, Hidangan Tradisional Indonesia yang Semakin Mendunia
Foto : dokumen ResepKoki--
KORANLINGGAUPOS.ID – Gado-gado, salah satu kuliner khas Indonesia, terus menunjukkan pesonanya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional. Hidangan yang terdiri dari sayuran rebus, lontong, tahu, tempe, telur, dan siraman saus kacang ini semakin digemari oleh pecinta makanan sehat dan vegetarian.
Gado-gado Masuk Daftar Salad Terbaik di Dunia Versi CNN
salad asal Indonesia ini masuk dalam daftar 24 salad terenak di dunia versi CNN.
Dilansir dari cnnindonesia.com bukan tanpa alasan, gado-gado tak sekadar makanan, melainkan sajian yang kaya rasa dan mencerminkan budaya, keragaman bahan lokal, serta kecintaan masyarakat Indonesia pada bumbu yang kuat dan kompleks.
BACA JUGA:Pizza Tak Sekadar Makanan, Tapi Bagian dari Budaya Kuliner Dunia
BACA JUGA:6 Menu Makanan Anak Ala Kafe yang Lucu, Lezat, dan Bikin Happy
Di tengah deretan salad dunia seperti panzanella dari Italia, salade nicoise dari Prancis, atau som tum dari Thailand, gado-gado tampil mencolok dengan identitasnya sendiri.
Namun, yang menjadi bintang dari gado-gado adalah saus kacangnya. Terbuat dari kacang tanah yang diulek bersama bawang putih, cabai, garam, gula merah, asam Jawa, dan terkadang santan, saus ini memiliki keseimbangan rasa manis, gurih, asam, dan sedikit pedas yang menggugah selera.
Setiap daerah di Indonesia punya gaya penyajian gado-gado yang unik. Di Jakarta, gado-gado lebih 'berat' karena dilengkapi lontong dan kentang. Sementara di Jawa Barat ada versi mentah bernama karedok, yang menggunakan sayuran segar tanpa direbus.
Namun, intinya tetap sama, perpaduan rasa dan tekstur yang harmonis.
BACA JUGA:Kulineran Seblak, Makanan Pedas yang Banyak Diminati Masyarakat
BACA JUGA:Luk Chup, Makanan Mini dan Unik yang Viral di Media Sosial
Tak heran jika The New York Times menyebut gado-gado sebagai salah satu hidangan nasional Indonesia yang membanggakan.
Salad bukan hanya tentang sayuran atau saus. Makanan ini bisa dibilang sebagai ekspresi dari budaya, iklim, hingga sejarah kuliner suatu tempat.