Sudah 14 Warga Diserang DBD, Waspadai 8 Gejala Daruratnya
Tanda Peringatan Keadaan Darurat Pengidap DBD--
EMPAT LAWANG, KORANLINGGAUPOS.ID - Ada 14 warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tahun 2025. Ini sesuai dengan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang.
Sebagai langkah pencegahan paling efektif, hal ini membuat Dinkes kembali mengingatkan masyarakat agar proaktif dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P_ Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Kiki Nurhayati, menjelaskan bahwa fokus utama pencegahan harus pada pemberantasan jentik nyamuk.
Karena membersihkan tempat berkembang biak nyamuk secara rutin jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan pengasapan atau fogging.
BACA JUGA:Jumlah Kasus DBD di Musi Rawas Meningkat
BACA JUGA:Dinkes Lubuk Linggau Mendata, Hingga 26 Mei 2025 sudah sebanyak 164 Kasus Penularan DBD
Jadi, tempat berkembang biaknya nyamuk harus dibersihkan secara rutin.
Selain itu, Kiki mengungkapkan fogging tidak bisa menjadi solusi utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa.
"Tanpa memberantas jentiknya, siklus penularan akan terus berlanjut," ungkap Kiki dikutip dari sumateraekspres.id.
Ia juga memperingatkan bahwa fogging sebaiknya menjadi opsi terakhir karena berisiko.
BACA JUGA:Waspada Peningkatan Kasus DBD, Jangan Lupa Terapkan 3M Plus
BACA JUGA:Kasus DBD di Awal 2025 Menurun Dinkes Tetap Ingatkan Warga Waspada DBD
Selain dapat membuat nyamuk resisten terhadap insektisida, penggunaan bahan kimia tanpa prosedur standar juga membahayakan kesehatan.
Kemudian, Dinkes mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjalankan gerakan 3M. Yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.