Pro Kontra Pembangunan Tower Internet di Pemukiman Padat Penduduk
Terjadi pro kontra pembangunan tower internet di pemukiman padat penduduk 26 Ilir Palembang-Foto: Dok. Sumeks. Co-
PALEMBANG, KORANLINGGAUPOS.ID - Terjadi pro kontra pembangunan tower internet di pemukiman padat penduduk di 26 Ilir Palembang. Warga yang terdampak langsung terhadap pembangunan tower setuju pembangunan tower sedangkan warga yang rumahnya jauh dari lokasi pembangunan tower menolak.
Dilansir KORANLINGGAUPOS.ID dari SUMEKS.CO, pembangunan tower internet atau menara BTS (Base Transceiver Station) di pemukiman padat penduduk tuai penolakan dari warga yang jauh dari lokasi pembangunan tower. Sedangkan warga yang terdampak langsung terhadap pembangunan tower setuju pembangunan tower telekomunikasi tersebut.
Pembangunan tower BTS penunjang fasilitas operator komunikasi ini di bangunan di halaman rumah warga di RT 36 Lorong Muhibah Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang.
Warga yang resah adanya aktivitas pembangunan tower ini berharap pengerjaan dihentikan sementara lantaran menuai pro dan kontra.
BACA JUGA:Ratu Tenny Leriva: Inovasi Pemuda Dalam Pembangunan Daerah Sangat Penting
BACA JUGA:Warga Terima Uang Ganti Kerugian Pembangunan Jalan Tol Betung - Tempino - Jambi
Selain merasa tidak ada sosialisasi sebelumnya, warga juga merasa tidak dilibatkan dalam musyawarah pembangunan tower BTS di pemungkiman mereka.
Sontak aksi penolakan ini beragam dilakukan warga yang didominasi pra ibu Rumah Tangga (IRT).
Bahkan, warga membentangkan spanduk di pagar rumah lokasi pembangunan menara tersebut.
Spanduk yang bertuliskan, "Penolakan ! Kami warga/masyarakat menolak keras pembangunan tower di RT 36 Kelurahan 26 Ilir (berizin/tidak berizin) yang padat penduduknya di lingkungan kami," terpampang jelas di lokasi.
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Resmikan Dimulainya Pembangunan Jalan Khusus Pertambangan
Menyikapi itu, Ketua RT 36 Reni menjelaskan baha pihaknya bersama pihak pengebang telah menghadap rumah warga yang terdampak pembangunan tower.
Menurutnya, sejumlah warga yang rumahnya terdampak telah menyetujui, namun tidak untuk rumah warga yang radius jauh dari pembangunan.