Tugumulyo Penyumbang Tanaman Palawija Terbesar

Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas, Samsul Munawar, S.ST., M.Si., -Foto: Dok. Mukmin Hidayat-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Sektor pertanian tanaman pangan masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Musi Rawas. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas, tercatat sebanyak 16.793 rumah tangga menjalankan usaha tanaman pangan pada tahun terakhir.

Dari jumlah tersebut, 14.623 rumah tangga (87 persen) mengusahakan padi, sementara 3.227 rumah tangga (19 persen) memilih palawija. Angka ini menunjukkan bahwa padi masih mendominasi, namun palawija memiliki peran penting di sejumlah kecamatan tertentu.

Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas, Samsul Munawar, S.ST., M.Si., menyampaikan bahwa Kecamatan Tugumulyo menjadi sentra terbesar dengan 4.200 rumah tangga usaha atau sekitar 25,01 persen dari total yang ada di Kabupaten Musi Rawas. Tugumulyo juga menempati posisi tertinggi baik di padi (24,71 persen) maupun palawija (33,25 persen).

“Untuk palawija, Tugumulyo didominasi oleh jagung sebanyak 508 rumah tangga dan ubi kayu 541 rumah tangga,” jelasnya.

BACA JUGA:Tingkatkan Produksi Tanaman Padi, ini yang Dilakukan Petani di E Wonokerto Musi Rawas

BACA JUGA:Tigor Prakoso Warga Musi Rawas Sukses Kembangkan Tanaman Melon Sistem Vegetasi Tetes

Posisi berikutnya ditempati oleh Kecamatan Sumber Harta dengan 2.789 rumah tangga (16,61 persen), serta Megang Sakti dengan 2.659 rumah tangga (15,83 persen).

Sementara itu, kecamatan dengan jumlah rumah tangga usaha paling sedikit adalah Tiang Pumpung Kepungut dengan hanya 51 rumah tangga (0,30 persen) dengan 2  rumah tangga yang mengusahakan padi, sedangkan untuk palawija sebanyak 49 rumah tangga.

Selain itu, beberapa kecamatan memperlihatkan karakteristik unik. Selangit, misalnya, hanya memiliki 5 rumah tangga usaha padi, namun justru cukup tinggi di palawija dengan 135 rumah tangga (4,18 persen dari total palawija kabupaten).

Muara Beliti juga menonjol sebagai daerah basis palawija. Meski hanya menyumbang 5,07 persen usaha padi, wilayah ini justru mencatat 17,48 persen palawija, terbesar kedua setelah Tugumulyo. Di Muara Beliti, palawija didominasi oleh jagung dengan 490 rumah tangga.

BACA JUGA:Biasakan Anak Berkebun Sejak Dini : Menanam Karakter Lewat Tanaman

BACA JUGA:PPL Air Satan Musi Rawas Rutin Monitoring OPT Tanaman Padi Fase Generatif

Sementara itu, Kecamatan Tuah Negeri meskipun hanya memiliki 304 rumah tangga palawija, menunjukkan keunggulan pada ubi kayu dengan 198 rumah tangga, jauh lebih tinggi dibanding jagung yang hanya 20 rumah tangga.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyumbang palawija terbesar di Musi Rawas berasal dari Tugumulyo (peringkat 1), Muara Beliti (peringkat 2), dan Tuah Negeri (peringkat 3). 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan