Mata Kuning pada Remaja, Ternyata Gejala Serius yang Tak Boleh Diabaikan
Cara perawatan dan penyembuhan untuk mata kuning - Foto : dokumen Vio Optical Clinic-
KORANLINGGAUPOS.ID – Perubahan warna pada bagian putih mata menjadi kuning sering kali dianggap sepele, terutama jika terjadi pada remaja. Namun, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius yang perlu segera ditangani.
Mata kuning pada remaja bukanlah hal normal dan biasanya menandakan adanya masalah pada organ hati. Kondisi ini dikenal secara medis sebagai jaundice atau penyakit kuning, yang terjadi akibat penumpukan bilirubin, pigmen kuning yang berasal dari pemecahan sel darah merah, dalam tubuh.
Dilansir dari Alodokter beberapa penyebab mata kuning pada remata yang perlu diperhatikan oleh orang tua diantaranya adalah gangguan hati, gangguan pada organ hati merupakan penyebab mata kuning pada remaja umum terjadi.
Hati berperan penting dalam memproses dan mengeluarkan bilirubin dari tubuh. Jika fungsi hati terganggu, bilirubin akan menumpuk dalam darah dan akhirnya menyebabkan mata menjadi berwarna kuning. Gangguan pada saluran empedu, saluran empedu bertugas membawa cairan empedu dari hati ke usus. Jika terjadi hambatan atau peradangan pada saluran ini, bilirubin bisa menumpuk di dalam tubuh. Kerusakan atau gangguan sel darah merah (hemolisis), penyebab mata kuning pada remaja bisa terjadi karena adanya gangguan pada darah.
BACA JUGA:Pilihan Terbaik 2025, Ini 3 Jam Tangan Garmin untuk Gowes Serius dan Kasual
Kondisi ini terjadi jika tubuh memecah sel darah merah secara berlebihan, sehingga kadar bilirubin meningkat. Infeksi atau penyakit sistemi, beberapa infeksi atau beberapa penyakit lain dapat membuat hati harus bekerja lebih keras atau bahkan mengalami peradangan. Ini membuat fungsi hati terganggu dan kadar bilirubin dalam tubuh meningkat.
Efek obat-obatan atau paparan zat berbahaya, penggunaan beberapa obat, seperti paracetamol atau antibiotik, tanpa pengawasan dapat menyebabkan remaja mengalami mata kuning. Selain itu, suplemen atau jamu yang dikonsumsi tanpa aturan jelas juga bisa membebani hati dan meningkatkan risiko terjadinya mata kuning.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan, menghindari konsumsi alkohol, tidak berbagi alat suntik, serta mendapatkan vaksin hepatitis sesuai anjuran. Remaja juga dianjurkan menjalani pola hidup sehat dengan olahraga teratur dan pola makan seimbang. Mata kuning bukan sekadar masalah estetika, melainkan sinyal tubuh bahwa ada yang tidak beres. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius di kemudian hari.