Selamat! Sido Rejo Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Momen saat Bupati Muba H M Toha Tohet SH menerima audiensi jajaran Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Kamis 4 September 2025-Foto: Dok. Pemkab Muba-

KORANLINGGAUPOS.ID - Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet SH menerima audiensi jajaran Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel di Ruang Rapat Serasan Sekate, Setda Muba, Kamis 4 September 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Toha turut menyaksikan penyerahan piagam penghargaan dari Kepala BKKBN Sumsel, dr Arios Saplis, kepada dua tokoh dari Kabupaten Muba yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.

Penghargaan diserahkan kepada Kepala Desa Sido Rejo, Kecamatan Keluang, Didi Afrika, S.Pd., M.Si., yang meraih Juara III Perencanaan dan Penganggaran Kegiatan BKB Sejak Musrenbangdes “Pantau BKB Mu” Tingkat Nasional. Sementara itu, penghargaan serupa juga diberikan kepada Tuwuh Lestari, S.Kep., M.Kes., Penyuluh KB Pembina Desa Sido Rejo.

“Saya senang dan bangga, Muba bisa mendapatkan penghargaan ini. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi,” jelas Bupati Toha.

BACA JUGA:Wabup Muba : BUMD dan OPD Harus Proaktif Dukung Pemeriksaan BPK

BACA JUGA:Data Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Muba : Mengidentifikasi Kekuatan dan Kelemahan

Ia menambahkan, kunjungan BKKBN Sumsel diharapkan memperkuat kolaborasi dalam pembinaan keluarga, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, pembinaan diperlukan agar anak-anak Muba terhindar dari pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online.

“Harapan kita semua, kerja sama ini bisa memberi masukan yang lengkap, menemukan sebab dan akibat, serta menghadirkan solusi yang nyata. Mudah-mudahan ini jadi semangat baru bagi kita semua,” kata Bupati.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, dr Arios Saplis, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Muba yang telah memberi ruang untuk menjalin kerja sama. Ia mengatakan pentingnya sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini, dengan batas ideal pernikahan usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

“Kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas pembangunan keluarga. Hingga 1 September 2025, di Muba telah terbentuk 240 Kampung KB yang tersebar di 15 kecamatan,” ungkap Arios.

BACA JUGA:Jaga Persatuan Umat, Kemenag Muba Ajak Pengurus Masjid Sebar Pesan Damai

BACA JUGA:Bupati HM Toha : Sinergi TNI–Polri dan Masyarakat Jadi Kunci Muba Tetap Kondusif

Selain itu, ia berharap dukungan Pemkab Muba dalam mendorong pihak perusahaan agar berperan sebagai bapak asuh, demi memperkuat program tumbuh kembang mental anak. Arios menyebutkan, di Sumsel saat ini sudah terbentuk 45 Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), dengan lima di antaranya berada di wilayah Muba.

Sementara itu, Asisten I Setda Muba, Ardiansyah, menegaskan komitmen Pemkab Muba untuk bersinergi dengan BKKBN Sumsel. Menurutnya, banyak program yang bisa dikolaborasikan demi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan