Dari Basyar Menjadi Khalifah : Transformasi Anak Manusia dan Hak Surga

Setiap kali satu sisi dari manusia berhasil dipahami, akan muncul sisi lain yang menuntut pemahaman baru, dalam konteks pendidikan, hakikat manusia memegang per--Modifikasi

KORANLINGGAUPOS.ID - Membicarakan manusia tentu tidak pernah habis, ketika seseorang merasa telah sepenuhnya membahas tentang hakikat manusia, sesungguhnya ia tengah mereduksi makna dan potensi yang dimiliki manusia itu sendiri. 

Hakikat manusia adalah entitas yang kompleks, penuh dengan lapisan dan teka-teki yang tak akan pernah bisa dipahami secara total dan mutlak. 

Setiap kali satu sisi dari manusia berhasil dipahami, akan muncul sisi lain yang menuntut pemahaman baru, dalam konteks pendidikan, hakikat manusia memegang peranan yang sangat penting.

Istilah basyar merupakan sebutan lain untuk hakikat manusia, yang secara etimologis berarti kulit.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Percaya, Begini Membuktikan Wujud Allah Melalui Akal dan Alam

BACA JUGA:Dialektika Sifat Allah: Keadilan, Kasih Sayang, dan Kekuasaan

Timbul pertanyaan kenapa Allah SWT mengenai pemberian nama hakikat manusia dengan basyar ? 

Jika kita renungkan lebih dalam, salah satu perbedaan mendasar hakikat antara manusia dan makhluk lainnya terletak pada kulitnya, makhluk lain umumnya memiliki tubuh yang tertutup bulu, sehingga kulitnya tersembunyi.

Sedangkan hakikat manusia memiliki tubuh yang terbuka tanpa bulu lebat, memperlihatkan kulitnya secara langsung.

Berikut dikutip dari buku Islam rahmatan lil 'alamin tentang hakikat manusia yang berbunyi:

BACA JUGA:Akal Manusia: Anugerah Terindah dari Allah SWT dan Fungsinya dalam Membangun Peradaban

BACA JUGA:Surat Yasin Ayat 21 Begini Cara Allah Mengatur Proses Alam Semesta

Wa idz qala rabbuka lil mala'ikati inni ja‘ilun fil ardli khalifah, qalu a taj‘alu fiha may yufsidu fiha wa yasfikud dima', wa naḫnu nusabbihu bihamdika wa nuqaddisu lak, qala inni a‘lamu ma la ta‘lamun

Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (surat al-baqarah ayat 30)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan