Ayam Hias Asal Musi Rawas Jadi Incaran, American Silkie dan Kaki Gajah Paling Dicari
Ayam Kaki Gajah menjadi salah satu daya tarik utama di depot milik Warman- Foto : Dok. Warman-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Pasar ayam hias di Kabupaten Musi Rawas kian berkembang. Hal ini terlihat dari usaha Warman, warga Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, yang menjual berbagai jenis ayam hias di Jalan Lintas Sumatera Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti. Koleksinya terbilang lengkap, mulai dari Ayam Polan, Ayam Kate, Ayam Mutiara, Ayam Tioma, Ayam Pelung, Ayam Ketawa atau Manugaga, Ayam Burgo, hingga beberapa jenis burung hias.
Menurut Warman, setiap jenis ayam memiliki keunikan tersendiri. Ayam Pelung dikenal dengan suara kokoknya yang panjang, Ayam Ketawa atau Manugaga populer karena kokoknya mirip orang tertawa, sedangkan Ayam Mutiara dan Burgo menarik perhatian dengan corak bulunya yang indah.
Namun, dari sekian banyak jenis, ayam American Silkie kini menjadi primadona. Ayam ini dikenal dengan bulu putih halus menyerupai kapas dan penampilan yang elegan. Warman mendatangkan Silkie langsung dari Jawa Timur, dan meski harganya terbilang tinggi, yakni Rp900 ribu per pasang ukuran sedang, peminatnya tidak pernah surut.
Selain Silkie, ayam Kaki Gajah juga menarik banyak pembeli. Sesuai namanya, ayam ini memiliki kaki besar dan unik sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Warman membanderolnya Rp1 juta per pasang.
BACA JUGA:Wow, Banyuasin Hasilkan 400 Ton Telur Ayam Per Bulan
BACA JUGA:Dari Hobi Ternak Ayam Berugo, Warga Sukakarya Musi Rawas Raup Jutaan Rupiah
Harga ayam hias lain bervariasi. Ayam kalkun dilepas dengan harga Rp 1,5 juta per pasang, Ayam Burgo dan Ayam Kate Rp400 ribu per pasang, Ayam Polan sekitar Rp 500 ribu per pasang.
“Untuk stok, sebagian saya datangkan dari Jawa dan Lampung, tapi ada juga dari peternak lokal. Biasanya kalau dari Jawa, seminggu lebih saja sudah habis diborong pembeli karena memang lebih banyak diminati,” jelas Warman.
Pasar ayam hias ini bukan hanya terbatas di Musi Rawas. Warman menyebutkan, peminat juga datang dari daerah tetangga seperti Jambi, bahkan ada yang memesan lewat jaringan komunitas pecinta ayam hias. Pemasaran dilakukan secara langsung maupun melalui perantara komunitas tersebut.
Dari segi perawatan, Warman menegaskan bahwa ayam-ayam hias ini tidak membutuhkan perlakuan khusus. Kunci utamanya adalah pemberian pakan yang teratur serta kebersihan kandang.
BACA JUGA:Harga Telur Ayam dan Bebek di Lubuk Linggau Stabil, Peternak dan Konsumen Sama-Sama Lega
BACA JUGA:Mie Ayam & Pempek Phoenix, Kuliner Legendaris Lebih dari 35 Tahun di Lubuk Linggau
“Pakannya biasanya jagung pecah dicampur pelet ayam, diberikan dua kali sehari. Kalau kandang bersih, ayam sehat dan cepat besar,” jelasnya.
Dengan semakin luasnya pasar dan tingginya minat masyarakat, usaha Warman kini menjadi salah satu rujukan utama bagi pecinta ayam hias di Musi Rawas dan sekitarnya.