Jangan Salah Paham, Speech Delay dan Autisme Ternyata Tak Sama
Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Atika - Foto : Dok. TikTok Kidz Clinic -
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID — Dalam dunia tumbuh kembang anak, istilah speech delay dan autism spectrum disorder (ASD) kerap kali digunakan secara bergantian oleh masyarakat awam.
Padahal, menurut Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Atika, kedua kondisi tersebut memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami oleh orang tua, pendidik, dan tenaga kesehatan.
Speech delay atau keterlambatan bicara adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan dalam kemampuan berkomunikasi verbal yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangan usianya.
Anak dengan speech delay mungkin memiliki kesulitan dalam mengucapkan kata-kata, menyusun kalimat, atau memahami bahasa lisan.
BACA JUGA:Bocoran Formasi CPNS 2026: 9 Posisi Emas untuk Lulusan SMA/SMK, Jangan Sampai Ketinggalan
BACA JUGA:Kode Redeem FF 20 September 2025: Jangan Sampai Ketinggalan, Klaim Hadiah Langka Sekarang
Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan pendengaran, kurangnya stimulasi bahasa, atau masalah neurologis ringan.
“Speech delay bukan berarti anak tidak cerdas. Banyak anak dengan keterlambatan bicara yang memiliki kemampuan kognitif normal atau bahkan di atas rata-rata,” jelas Atika.
Sementara itu, autism spectrum disorder adalah gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi cara anak berinteraksi sosial, berkomunikasi, dan berperilaku.
Anak dengan autisme mungkin menunjukkan gejala seperti tidak merespons saat dipanggil, menghindari kontak mata, melakukan gerakan berulang, atau memiliki minat yang sangat terbatas.
BACA JUGA:30 Kode Redeem FF Garena 9 September 2025 Aktif Hari Ini, Jangan Sampai Ketinggalan
BACA JUGA:JANGAN SAMPAI KEHABISAN! Klaim Kode Redeem FF x Naruto Shippuden Sekarang
“Autisme bukan hanya soal bicara. Ini adalah spektrum yang luas, dan setiap anak bisa menunjukkan gejala yang berbeda-beda,” tambah Atika.
Atika menekankan bahwa tidak semua anak yang mengalami keterlambatan bicara akan berkembang menjadi anak dengan autisme.