Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga : Antara Kesalahan dan Pelajaran

Wildo Tino Anggara - Mahasiswa Semester 1 Institut Teknologi Muhamadiyah Sumatera - Foto: Dok. Pribadi-

KORANLINGGAUPOS.ID - Kasus penamparan kepala sekolah terhadap siswa yang kedapatan merokok di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, telah memicu aksi mogok sekolah dan kontroversi di masyarakat. Kepala sekolah, Dini Fitria, meminta agar siswa-siswanya tidak di-blacklist dari perguruan tinggi dan perusahaan, serta berharap mereka dapat diterima di PTN melalui jalur yang baik

Tindakan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, menampar siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah, sebenarnya merupakan bentuk kasih sayang yang keras. 

Guru tersebut mencoba menghentikan kebiasaan buruk siswa yang dapat merusak masa depannya. 

Tindakan ini juga menunjukkan bahwa guru tersebut masih peduli dengan siswanya dan ingin mereka menjadi lebih baik. 

BACA JUGA:Galbay Pinjol Legal Bisa Bikin Nama Masuk Blacklist BI, Catat Fakta Hukumnya

BACA JUGA: Penyedia Layanan Haji 2025 Diminta Taati Kontrak Kerjasama, Jika Tidak Bisa Diblacklist

Mogok sekolah yang dilakukan siswa sebagai bentuk protes, sebenarnya hanya memperburuk keadaan dan tidak menyelesaikan masalah.

Saya berharap orang tua para siswa juga dapat mengambil pelajaran dari kasus ini. Jangan lagi menyalahkan pihak sekolah  jika ada kejadian kejadian seperti ini tapi intropeksi lah diri kalian apakah kalian juga telah mendidik anak kalian dengan benar, karena sejatinya pendidikan untuk anak anak itu adalah tugas utama kalian sebagai orang tua sedangkan guru hanyalah membantu kalian dalam mendidik anak anak kalian.  Jika kalian berhasil mendidik anak anak kalian di rumah makan tidak mungkin anak anak kalian berbuat tindakan tindakan yang melanggar aturan di sekolah.

(Penulis merupakan Mahasiswa Semester 1 Institut Teknologi Muhamadiyah Sumatera)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan