Argowisata Picu Perintis Green Paradise Populer di Pagar Alam, Mula dari Selada Air
Green Paradise terletak di kaki Gunung Dempo, tepatnya di Desa Muara Siban, Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam--
KORANLINGGAUPOS.ID - Green Paradise terletak di kaki Gunung Dempo, tersembunyi yang menjadi agrowisata primadona bagi warga Sumatera Selatan (Sumsel).
Terletak di Desa Muara Siban, Kecamatan Dempo Utara, kawasan Green Paradise ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan kisah perjuangan dan inovasi dari tangan yang mempu beradaptasi dengan alam yakni Zamari.
Bermula pada tahun 1997 bayangan pun belum menghadirkan Green Paradise, Zamari mengwali dari usahanya dengan memanfaatkan lahan pertanian sederhana yang ditanami selada air.
Lahan yang menjadi favorit yakni Green Paradise tersebut awalnya hanya menjadi sumber penghidupan keluarga dengan seiring waktu, Zamari melihat peluang untuk mengembangkan potensi lokal menjadi sesuatu yang lebih besar.
BACA JUGA:Air Terjun Mangkok Pagar Alam yang Bernuansa Tradisional, Punya Mitos Disini
BACA JUGA:SMA Taruna Nusantara Pagar Alam Sumsel Hadir, Segini Kuota Penerimaan dan Syarat Wajibnya
Dengan tidak meninggalkan fungsi pertanian, awal hadirnya Green Paradise yang mampu memberikan warna di bidang pertanian mengintegrasikan dengan konsep pariwisata berbasis edukasi dan komunitas.
Kini, Green Paradise menjelma menjadi objek wisata terpadu yang menggabungkan agrowisata, konservasi alam, dan pemberdayaan masyarakat.
Pengunjung dapat merasakan pengalaman unik memanen selada air langsung dari sumber mata air pegunungan, sebuah aktivitas yang jarang ditemukan di tempat wisata lain.
Selada air pun menjadi ikon utama kawasan ini, memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata.
Selain aktivitas pertanian, Green Paradise dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti kolam alami, taman hijau, dan empat villa rumah pohon yang nyaman untuk bermalam.
BACA JUGA:Capaian ini Membuat Gubernur Sumsel Gelontorkan Bangubsus Rp 35 Miliar untuk Pagar Alam
Semua fasilitas dikembangkan secara bertahap bersama masyarakat setempat, menjadikan Green Paradise sebagai contoh sukses pengelolaan wisata berbasis komunitas.