Harga Motor Listrik Turun di 2025, Ini Alasannya
Bukan cuma sekadar promo sesaat, tapi memang ada alasan kuat kenapa harga motor listrik di 2025 turun drastis. Yuk, kita bedah satu per satu.--Tangkap Layar
KORANLINGGAUPOS.ID - Tahun 2025 jadi titik balik penting buat industri otomotif Indonesia, khususnya motor listrik.
Setelah beberapa tahun harga motor listrik terbilang “nggak ramah dompet”, tahun ini akhirnya banyak model baru hadir dengan banderol yang jauh lebih terjangkau.
Bukan cuma sekadar promo sesaat, tapi memang ada alasan kuat kenapa harga motor listrik di 2025 turun drastis. Yuk, kita bedah satu per satu.
1. Produksi Lokal Naik Gila-gilaan
BACA JUGA:Motor Listrik 2025: 5 Skutik Canggih Lagi Hits dan Ramai Diburu
BACA JUGA:Tren 4 Motor Listrik 2025: Desain Futuristik, Tenaga Dahsyat Siap Menggebrak Jalanan
Salah satu penyebab paling besar turunnya harga adalah karena banyak pabrikan sudah merakit motor listrik di dalam negeri.
Kalau dulu motor listrik harus impor dari Tiongkok atau Taiwan, sekarang sebagian besar komponennya udah bisa diproduksi di Indonesia mulai dari rangka, bodi, sampai baterainya.
Pemerintah lewat program Making Indonesia 4.0 dan insentif kendaraan listrik benar-benar mendorong industri ini buat mandiri.
Brand-brand kayak Gesits, Selis, Volta, dan Polytron makin agresif memperluas pabrik.
Hasilnya biaya impor menurun, ongkos produksi turun, dan harga jual pun bisa ditekan.
BACA JUGA:Cuma Segini, Motor Listrik United Espana E1 Bawa Fitur Sepaket Motor Premium
BACA JUGA:Suzuki Siapkan Motor Listrik Baru untuk Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasinya
2. Subsidi Pemerintah Masih Jalan Terus
Kabar baiknya, subsidi Rp 7 juta per unit dari pemerintah masih berlanjut di 2025. Program ini memang efektif banget buat bikin masyarakat tertarik pindah dari motor bensin ke motor listrik.
Tahun lalu, syarat subsidi sempat ribet (harus punya NIK tertentu atau UMKM terdaftar), tapi sekarang mekanismenya lebih simpel dan langsung dipotong di harga.