Atasi Hama dengan Pestisida Nabati, Begini Cara Membuatnya

POPT Kecamatan Tugumulyo, Suwanto., SP saat menerangkan cara pembuatan pestisida nabati di kelompok Tani Barokah Desa Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan-Foto : DOK. POPT Tugumulyo-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Untuk menciptakan sistem pertanian yang  ramah lingkungan, saat ini petani didorong untuk menggunakan pestisida nabati, dengan penggunaan pestisida tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi dan mengurangi efek negatif akan penggunaan pestisida kimia.

Hal inilah yang terus disosialisasikan oleh Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Tugumulyo, Suwanto., SP.  Selain itu dirinya juga menyatakan keunggulan lainnya penggunaan akan pestisida nabati itu seperti tidak akan membunuh hewan predator musuh alami hama.

Seperti laba-laba, kepik permukaan air dan kepik mirid dan banyak yang lainnya. Kemudian  Pestisida nabati juga tidak akan membunuh tanaman utama dan tidak membahayakan petani karena cairan yang dibuat tidak membahayakan dan rama lingkungan.

"Selain itu untuk bahan baku pembuatan pestisida nabati ini juga mudah ditemukan di sekeliling petani, dimana bahan-bahan tersebut sering di tanam di oleh mereka di area persawahannya," jelas Suwanto kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 8 November 2025.

BACA JUGA:POPT Muara Beliti Temukan Hama Penggerek Batang di Desa Air Satan

BACA JUGA:Kenali Ciri Padi Kena Serangan Hama WBC, POPT Tugumulyo Bagikan Cara Mencegah dan Mengatasinya

Baru-baru ini, kata Suwanto, ia bersama dengan anggota Poktan Barokah Desa Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan melakukan pembuatan pestisida nabati, pada kegiatan tersebut terlihat mereka cukup antusias untuk mengikuti kegiatan ini.

“Dengan menggunakan pestisida nabati petani dapat mengurangi pengeluaran, selain itu penggunaan pestisida ini juga tidak meninggalkan residu. Karena bahan aktifnya yang berasal dari alam itu mudah terurai di lingkungan,"ungkapnya.

Bertolak belakang dengan penggunaan pestisida kimia yang meninggalkan residu berbahaya pada tanah dan tanaman, kemudian juga berbahaya pada kesehatan manusia dan lingkungan. Pestisida nabati juga dianggap lebih aman bagi manusia dan hewan ternak karena residunya mudah hilang.

Untuk bahan pembuatan pestisida nabati itu adalah daun serai dan batangnya, daun mindi, daun sirsak, daun pepaya, tanaman laos dan tanaman brotowali. Sedangkan untuk prosesnya itu semua bahan tersebut dilakukan penghalusan dengan cara ditumbuk atau dirajang.

BACA JUGA:Petani Didampingi POPT Tugumulyo Musi Rawas Atasi Hama Penggerek Batang

BACA JUGA:Petani Musi Rawas Kendalikan Hama Tikus Pakai Musuh Alami

Setelah dianggap cukup halus lalu dilakukan perebusan dengan perbandingan satu kilo bahan dicampur dengan 20 liter air, jika sudah mendidih. Kemudian didiamkan untuk difermentasikan di dalam drum atau tempat lainnya selama 15-20 hari.

Jika sudah dilakukan fermentasi selama 15-20 hari itu baru bisa diaplikasikan dengan dosis  satu tangki semprot yang sudah berisi air dicampur dengan  sebanyak setengah liter pestisida nabati, kemudian dapat digunakan untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan