Menjaga Moral di Tengah Banjir Informasi
Vika Oktavia -Foto : Dokumentasi Pribadi-
KORANLINGGAUPOS.ID – Di era digital seperti sekarang, manusia hidup di tengah lautan informasi yang mengalir tanpa batas.
Setiap detik kita disuguhi berbagai berita, opini, dan konten dari media sosial maupun internet.
Namun, kemudahan ini sering kali membuat batas antara fakta dan opini menjadi kabur.
Banyak orang lebih cepat membagikan informasi dibandingkan memverifikasinya. Akibatnya, hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian semakin mudah menyebar.
BACA JUGA:Pemuda di Lubuk Linggau yang Diamankan Polisi Kedapatan Simpan Sabu di Dalam Tisu Pembersih Galon
BACA JUGA:Karin, Bocah 2 Tahun di Lubuk Linggau yang Hilang Setahun yang Lalu Belum Juga Ditemukan
Kondisi inilah yang menguji moral dan kesadaran kita sebagai masyarakat beradab.
Menjaga moral di tengah banjir informasi berarti berani menggunakan akal sehat, berpikir kritis, dan berpegang pada nilai kebenaran.
Nilai-nilai Pancasila menjadi dasar penting dalam menghadapi tantangan ini.
Sila pertama mengajarkan agar kita berpegang pada kejujuran dan keimanan, sila kedua menekankan sikap beradab dan menghargai sesama, sementara sila ketiga menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan di dunia maya.
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Cari Solusi Atasi Susah Signal di BTS Ulu Cecar Musi Rawas- PALI
Pancasila tidak hanya menjadi ideologi, tetapi juga kompas moral dalam bersikap di era digital.
Kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat kita kehilangan hati nurani.