Penjualan Motor Listrik Mulai Anjlok Tanpa Subsidi
Penjualan motor listrik 2025 anjlok hingga 70 persen setelah subsidi Rp7 juta tak berlanjut, membuat harga naik dan minat konsumen turun drastis.-Tangkap Layar-
KORANLINGGAUPOS.ID - Penjualan motor listrik di Indonesia sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan tajam hingga 60–70 persen, sebuah kondisi yang mengejutkan mengingat tren positif yang terjadi dalam dua tahun sebelumnya saat pasar kendaraan listrik roda dua sedang berada di puncak pertumbuhan.
Penyebab utama anjloknya penjualan tersebut adalah belum adanya kelanjutan subsidi pemerintah sebesar Rp7 juta per unit, yang sebelumnya menjadi faktor kunci dalam menekan harga dan mendorong minat masyarakat beralih ke motor listrik.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Hanggoro Ananta, menegaskan bahwa insentif yang diberikan dua tahun lalu terbukti sangat efektif dalam mendongkrak penjualan dan memberikan dampak nyata bagi industri motor listrik nasional.
Ia menyebutkan bahwa kebijakan subsidi tersebut secara langsung membantu konsumen yang sensitif terhadap harga, sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti motor berbahan bakar bensin.
BACA JUGA:Indomobil Luncurkan Sprinto, Motor Listrik Stylish dan Ramah Lingkungan
BACA JUGA:Daftar Motor Listrik Honda Terbaru dengan Performa Ngebut, Mana Favoritmu?
Berdasarkan data penjualan, pada tahun 2023 motor listrik terjual lebih dari 40 ribu unit di Indonesia, kemudian meningkat signifikan pada 2024 hingga melampaui angka 60 ribu unit seiring meningkatnya kesadaran dan dukungan kebijakan.
Namun situasi berubah drastis pada 2025, ketika ketiadaan insentif membuat harga motor listrik kembali terasa mahal sehingga penjualannya terjun bebas dan hanya bertahan di kisaran belasan ribu unit.
Penurunan ini juga tercermin dari penetrasi pasar, di mana kontribusi motor listrik terhadap total penjualan motor nasional turun dari 1,2–1,3 persen menjadi hanya 0,7–0,8 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa tanpa dukungan harga yang kompetitif, konsumen Indonesia masih sangat mempertimbangkan faktor ekonomi dibandingkan manfaat jangka panjang kendaraan listrik.
BACA JUGA:Honda ICON e Telah Hadir, Motor Listrik Honda dengan Baterai Lepas yang Siap Jadi Andalan Harian
BACA JUGA:Honda ICON e Telah Hadir, Motor Listrik Honda dengan Baterai Lepas yang Siap Jadi Andalan Harian
Meski demikian, sejumlah produsen motor listrik mencoba menyiasati kondisi pasar dengan menawarkan skema sewa baterai untuk menekan harga on the road agar tetap menarik bagi calon pembeli.
Strategi tersebut membuat harga awal motor listrik terlihat lebih terjangkau, meskipun biaya kepemilikan jangka panjang tetap harus diperhitungkan oleh konsumen.