8 Gaya Hidup Pemicu Stroke yang Harus Dihindari

Stroke adalah kondisi serius yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah - Foto: Dok. emc.id-

KORANLINGGAUPOS.ID - Stroke adalah kondisi serius yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Akibatnya, sel-sel otak mulai mati karena kekurangan oksigen dan nutrisi. Dampaknya bisa sangat fatal, mulai dari kelumpuhan, gangguan bicara, masalah memori, hingga kematian.

Mungkin Anda berpikir, "Ah, itu penyakit orang tua." Sayangnya, anggapan ini keliru. Meskipun risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia, data menunjukkan bahwa semakin banyak orang muda yang terserang stroke. Gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu utamanya.

Mari kita jujur pada diri sendiri. Seberapa sering kita melewatkan sarapan karena terburu-buru? Berapa banyak makanan olahan, tinggi garam, dan tinggi gula yang kita konsumsi setiap hari? Apakah olahraga hanya sekadar wacana di daftar resolusi tahunan? Dan bagaimana dengan stres yang menumpuk dari pekerjaan dan tuntutan hidup?

Dilansir dari emc.id, kebiasaan-kebiasaan ini, yang seringkali kita anggap remeh, adalah faktor risiko utama stroke:

BACA JUGA:Setelah Melewati Masa Akut Pasien Stroke Wajib Fisioterapi

BACA JUGA:Simak, Ini Gejala Stroke yang Sering Timbul di Usia Muda

* Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Pembunuh senyap yang sering tanpa gejala. Dinding pembuluh darah yang terus-menerus mendapat tekanan tinggi bisa menjadi rusak dan rentan pecah atau tersumbat.

* Kolesterol Tinggi: Penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan dan menghambat aliran darah ke otak.

* Diabetes: Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk otak.

* Obesitas: Berat badan berlebih meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

* Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedenter berkontribusi pada obesitas, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

* Merokok: Nikotin dan bahan kimia lainnya dalam rokok merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah.

* Konsumsi Alkohol Berlebihan: Dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu masalah jantung.

* Stres Kronis: Stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan tekanan darah dan perilaku tidak sehat lainnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan