Pakar Siber Bongkar Modus Baru Penipuan iPhone, Activation Lock Bisa Jebol Jika Lakukan Ini
Pakar siber mengungkap modus baru penipuan iPhone yang menargetkan Activation Lock. Salah langkah, data pribadi dan iPhone bisa hilang.-ilustrasi-
KORANLINGGAUPOS.ID - Pakar keamanan siber nasional kembali mengingatkan pengguna iPhone agar tidak lengah, menyusul temuan terbaru dari National Cyber Security Centre (NCSC) Swiss terkait modus penipuan canggih yang secara khusus menargetkan fitur keamanan bawaan Apple.
Dalam laporan terbarunya, NCSC mengungkap bahwa penjahat digital kini berupaya menipu pemilik iPhone untuk menonaktifkan Activation Lock, fitur krusial yang selama ini berfungsi mengunci perangkat secara permanen jika hilang atau dicuri.
Activation Lock menghubungkan iPhone dengan Apple ID pemilik, sehingga perangkat tidak bisa dihapus, diaktifkan ulang, atau dijual tanpa kredensial yang sah, menjadikannya penghalang utama bagi pencuri.
Namun, para pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan rekayasa sosial dengan mengirim pesan teks atau iMessage yang tampak seolah-olah berasal dari Apple.
BACA JUGA:iPhone 17 Pro Mengeluarkan Suara Aneh Saat Charging, Ini Penyebabnya!
BACA JUGA:Bukan Dynamic Island Lagi, Tampilan Depan iPhone 18 Pro Bikin Kaget
Pesan tersebut biasanya mengklaim bahwa iPhone yang hilang telah ditemukan, bahkan disebut berada di luar negeri, sehingga memancing rasa panik dan harapan korban secara bersamaan.
Agar terlihat meyakinkan, penipu menyertakan detail lengkap perangkat seperti model, warna, dan kapasitas penyimpanan, data yang bisa mereka baca langsung dari iPhone curian.
Korban kemudian diarahkan untuk mengklik tautan menuju situs web palsu yang menyerupai halaman resmi Apple dan diminta memasukkan Apple ID serta kode verifikasi.
Jika data tersebut diserahkan, penjahat dapat menghapus Activation Lock, mengakses data pribadi penting, dan menjual iPhone seolah-olah perangkat tersebut milik sah mereka.
BACA JUGA:Benarkah Apple Tak Jadi Merilis iPhone 18 di 2026?
BACA JUGA:Diskon Gila Awal Tahun 2026, Harga iPhone 16 Pro Kini Jauh Lebih Terjangkau
NCSC menegaskan bahwa tujuan utama penipuan ini bukan sekadar pencurian data, melainkan membuka kunci perangkat agar memiliki nilai jual kembali.
Aturan pertama yang wajib diingat pengguna iPhone adalah Apple tidak pernah menghubungi pemilik melalui SMS atau email untuk memberi tahu bahwa perangkat hilang telah ditemukan.