Dikira Hanya Batuk Biasa, Waspada TB Paru Pada Anak
Dokter spesialis paru-paru, dr Indra Barata, Sp.P--
KORANLINGGAUPOS.ID - TB paru pada anak perlu diwaspadai oleh setiap orang tua. Karena kebanyakan, orang tua belum menyadari sejak awal, jika anaknya ternyata sudah terinfeksi TB Paru.
Dokter spesialis paru-paru, dr Indra Barata, Sp.P saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Kamis 2 April 2026 menjelaskan ada beberapa pasien paru anak yang konsul sudah dalam kondisi berat.
"Orang tua kebanyaka tidak mengetahui kalau anaknya terkena TB Paru, karena dikiranya batuk biasa. Dan rata-rata yang konsul ke saya, sudah ada cairan di kantong paru-paru. Untuk itu jangan sungkan untuk memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan, terutama saat mulaiada gejala pada anak," ungkap dr Indra.
Gejala TB Paru pada anak pada dasarnya jelas dr Indra sama seperti gejala TB Paru pada orang dewasa.
BACA JUGA:Tidak Semua Batuk Berdahak itu TBC, Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Cegah Batuk Pilek, dr Ricky Pebriansyah: Pastikan Anak Divaksin Influenza
"Hanya saja, batuknya tidak terlalu terlihat atau intens seperti orang dewasa, dan biasanya nafsu makan menurun yang disertai dengan penurunan berat badan dan gejala lainnya seperti demam ringan. Kalau gejala ini sudah ditunjukan pada tubuh anak, segera di cek agar bisa segera dilakukan pengobatan," jelasnya.
Pengobatannya pun sama seperti orang dewasam hanya berbeda di obatnya.
"Treatment sama, dilakukan pengobatan sampai sembuh bukan hanya 6 bulan selesai. Karena ada kondisi dimana setelah dilakukan pengobatan 6 bulan bukan berarti bisa dipastikan sembuh. Ada beberapa infeksi yang berat disertau daya tahan tubuh yang lemah lalu pengobatan tidak disertai dengan pemberian nutrisi yang baik, bisa saja memperpanjang masa pengobatan," ungkapnya.
Belum lagi daya tahan tubuh anak lebih rendah tidak sekuat orang tua dewasa, hal ini yang menyebabkan anak-anak rentan terinfeksi TB Paru.
"Untuk itu para orang tua, disiplin terapkan hidup bersih dan hidup sehat. Kalau ada pasien TBC di rumah lebih baik mencegah, seperti hindari kontak langsung dengan pasien tersebut karena kontak langsung yang terus menerus lebih mudah terinfeksi, di jaga jaraknya serta pastikan menggunakan masker," pesannya.