"Iya misalkan Pak Airlangga sendiri tidak percaya diri misalkan dengan dirinya. Tapi kader-kader potensial di bawah masih banyak. Bukan justru melirik kader partai lain," ungkapnya.
BACA JUGA:Tak Percaya Jokowi Ikut Campur
Lebih lanjut, Sulaisi mendesak Airlangga mencabut keputusannya tersebut sebelum para kader daerah berbelok mendukung pasangan capres-cawapres lain di Pilpres 2024.
"Nama Gibran ini kan muncul sejak ada putusan MK soal batasan usia cawapres, meski kurang tepat, karena para elite ini memperalat hukum demi kepentingan politik," ujarnya.
Kader Gollkar lainnya, Wakil Sekretaris Bidang Organisasi Kelembagaan dan Kebijakan Strategis, Pengurus Pusat Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Arman Garuda Nusantara menolak keputusan partainya yang mengusulkan Gibran Rakabuming Raka menjadi bakal cawapres Prabowo Subianto di 2024.
Arman mengaku sedih dan heran dengan keputusan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto tersebut. Ia pun mempertanyakan mekanisme kaderisasi Partai Golkar, sehingga mengusulkan orang di luar partai.
"Pertanyaan saya yang juga menjadi pertanyaan kader Partai Golkar seluruh tanah air, apakah sudah tidak ada lagi stok kader yang bisa diusung sebagai cawapres RI. Di mana mekanisme sistem kaderisasi Partai Golkar," ucap dia dalam keterangan tertulis, Minggu (22/10).
BACA JUGA:Tak Percaya Jokowi Ikut Campur