Keempat, sisipkan karakter positif jujur dan bertanggung jawab melalui kegiatan seni.
Aktivitas seni seperti melukis, membuat kerajinan tangan, atau drama dapat diarahkan untuk menanamkan nilai integritas. Ajarkan anak-anak untuk membuat karya seni dengan mengikuti aturan dan petunjuk yang ada, sehingga mereka memahami pentingnya konsistensi dan ketepatan.
Kelima, libatkan orang tua.
Kolaborasi antara guru dan orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak. Orang tua dapat dilibatkan dalam kegiatan sekolah yang mendukung pembentukan integritas. Saling komunikasi antara guru dan orang tua akan memperkuat pesan yang disampaikan kepada anak-anak.
BACA JUGA:Tips Raih Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri
Keenam, sesekali adakan proyek kolaboratif.
Rancang proyek kolaboratif yang mendorong anak-anak bekerja sama dan menghormati peran masing-masing. Proyek semacam ini dapat melibatkan tugas-tugas sederhana yang mengajarkan pentingnya kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab.
Terakhir, atau ketujuh apresiasi dan penguatan positif.
Berikan apresiasi kepada anak-anak ketika mereka menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai integritas. Penguatan positif melalui pujian akan memperkuat motivasi mereka untuk terus mengikuti prinsip-prinsip tersebut.
BACA JUGA:Daripada Berpolemik, Simak 3 Aturan Perangkingan Penentu Kelulusan dan Penempatan PPPK
Semoga dengan 7 kiat yang dibagikan KORANLINGGAUPOS.ID ini, dapat membantu menumbuhkan bibit integritas anak berkarakter jujur dan bertanggung jawab sejak dini. Dengan memiliki dua karakter tadi, semoga membawa dampak positif dalam kehidupan mereka di masa depan.(*)