Sering Terpapar Asap Rokok, Waspada Anak Terkena Pneumonia

dr. Ricky Pebriansyah, Sp.A, M.Ked.Klin, dokter spesialis anak di RS AR Bunda Kota Lubuk Linggau sedang memeriksa pasien-Foto : Dok Pribadi -

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Kasus Pneumonia pada anak akhir-akhir ini cukup meningkat. Terpapar asap rokok, menjadi salah satu penyebab anak-anak gampang terapapar pnumonia. 

Kondisi ini dibenarkan oleh dr. Ricky Pebriansyah, Sp.A, M.Ked.Klin, dokter spesialis anak di RS AR Bunda Kota Lubuk Linggau.

Dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 22 Februari 2025, ia pun mengaku banyak mendapati pasien anak terpapar pneumonia. 

"Pasien saya cukup banyak saat ini dengan kasus  pneumonia. Penyebabnya, rata-rata dan kebanyakan ya karena sering terpapar asap rokok. Meskipun penyebab lainnya juga bisa karena terpapar asap kendaraan, asap obat nyamuk bakar, bulu binatang serta punya penyakit bawaan lahir seperti, PJB, CP, Asma yang memang rentan terkena Pneumonia," ungkap dr Ricky. 

BACA JUGA:Dua Pengedar Sabu di Muratara Diamankan Polisi, Simpan Sabu Dalam Kotak Rokok

BACA JUGA:Bahaya Rokok dan Vape, Sama-sama Sebabkan PPOK dan Bisa Terkena Tumor Paru

Untuk itu ia selalu mengingatkan para orang tua, terutama yang perokok harus bisa memastikan jika anak mereka tidak terpapar asap rokok mereka.

"Karena paling sering penyebabnya ya karena asap rokok. Karena para orang tua ini merasa tidak merokok didekat anak, sudah aman. Padahal asapnya masih menempel. Makanya orang tua meskipun merokok diluar jangan langsung mencium anaknya. Mandi dulu, ganti baju dan kasih jarak 2 jam baru boleh dekat anak," tegasnya. 

Selain memastikan anak tidak terpapar asap rokok, pastikan juga anak tidak terpapar langsung dengan debu dan polusi. Selanjutnya pastikan anak mendapat vaksin pnumonia atau PCV dan vaksin influenza mulai dari usia 6 bulan. Kalaupun terlambat tidak apa-apa, bahkan sampai usia 8 tahun meskipun terlambat masih bisa. 

"Selanjutnya agar anak terhindar dari Pneumonia, pastikan gizi anak harus baik, pola makan yang seimbang, tidak boleh kurang atau berlebihan karena jika itu terjadi imunnya tidak bagus dan mudah tertular dan mudah sakit. Ingat, pneumonia ini paling menyerang anak-anak usia dibawah 5 tahun. Dan saat ini menjadi penyakit pembunuh nomor satu untuk anak-anak," ungkapnya. 

BACA JUGA:Tak Diberikan Uang untuk Beli Rokok Anak Durhaka di Muratara Tega Lakukan ini ke Ibu kandung

BACA JUGA:Kreatif Upaya Perokok untuk berhentikan dari Kebiasaannya Cukup dengan 3 Makanan ini Saja

Lalu bagaimana gejala yang harus diwaspadai pada anak-anak yang terkena pneumonia ?

"Pneumonia itu biasanya berawal dari batuk pilek, lalu hari ke lima bakterinya dari saluran pernafasan ke paru paru. Makanya gejala khasnya anak mengalami batuk cukup lama, nafasnya cepat tersengal, ada tarikan atau lengkungan di dada, hidungnya kempas kempis dan sesak. Terkadang bibirnya biru kaki tangannya biru, karena pasokan oksigen berkurang," jelasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan