Cegah Penyakit Blast, Petani Desa Air Lesing Lakukan Gerdal Dengan Penyemprotan Fungisida
PPL Desa Air Lesing dampingi POPT Kecamatan Muara Beliti, saat menjelaskan cara menggunakan Fungisida Topsin dengan bahan aktif metil fiofanat kepada Petani- Foto :Dokumentasi PPL Desa Air Lesing-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Untuk mengantisipasi serangan penyakit leaf blast para petani di Kelompok Tani Setia Tani III Desa Air Lesing Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura), melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) beberapa waktu yang lalu.
Pengendalian ini sendiri dilakukan setelah adanya laporan dari para petani kepada Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Air Lesing, selanjutnya diambil tindakan monitoring.
Setelah melihat secara langsung, apa yang telah dilaporkan oleh petani, PPL desa tersebut langsung menyampaikan hasilnya kepada Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
Selanjutnya POPT Kecamatan Muara Beliti menganjurkan kepada petani untuk dilakukan gerakan pengendalian di tanaman padi yang terserang penyakit leaf blast milik petani tersebut, dengan cara penyemprotan menggunakan fungisida.
Saat diwawancarai PPL Desa Air Lesing Hendra, S.P menyatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan monitoring beberapa waktu yang lalu. Setelah dilakukan pengamatan pada tanaman padi yang sudah berusia sekitar 50-55 hari setelah tanam tersebut.
Maka pihak POPT Kecamatan Muara Beliti, menyarankan kepada petani untuk dilakukan pengendalian terhadap penyakit blast tersebut, karena saat monitoring ditemukan cukup banyak populasi nya di tanaman padi.
Bersama dengan para petani lainnya di Kelompok Tani Setia Tani III yang hadir waktu itu hanya 6 orang, untuk sawah yang dilakukan monitoring waktu itu memiliki luas sekitar setengah hektar. "Namun karena takut penyakit ini menyebar dan berkelanjutan maka Kelompok Tani Bina Karya juga kami ajak ikut dalam gerdal ini karena lahannya itu bersebelahan," jelasnya.
"Pada kelompok tani lainnya itu belum ada laporan namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan itu juga menyarankan kepada mereka jika ditemukan ciri-ciri seperti penyakit blast itu disarankan pengendalian sedini mungkin," katanya Kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Jumat 18 April 2025.
Sementara Itu POPT Kecamatan Muara Beliti, Frenti Anggraini, SP juga menyampaikan kegiatan gerdal beberapa waktu yang lalu itu, karena adanya serangan penyakit blast. Namun masih di daun belum sampai ke malai tanaman padi, atau sering disebut petani itu patah leher.
Pengendalian dilakukan untuk menghindari jamurnya itu lari ke malai, hal ini jika tidak dilakukan pengendalian itu dapat menyebabkan penurunan hasil Produksi tanaman padinya. "Sebelumnya itu saya melihat dari foto yang dikirim oleh PPL, selanjutnya kita lakukan monitoring bersama dengan PPL, POPT dan Petani," paparnya.
Setelah dilakukan pengamatan ternyata memang ditemukan penyakit blast. Kemudian berdasarkan temuan dilapangan kita laporkan ke UPT Perlindungan Tanaman(Perlintan) Musi Rawas, di sana kita diberikan bantuan berupa Fungisida 2,5 liter Topsin dengan bahan aktif metil fiofanat.