Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Palembang dan Banyuasin, Tinjau Program MBG hingga Launching Padi Apung
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Palembang dan Banyuasin, Tinjau Program MBG hingga Launching Padi Apung-Tangkap Layar -
KORANLINGGAUPOS.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan pada hari Rabu, 23 April 2025.
Dalam kunjungan ini, Presiden akan fokus pada dua agenda utama yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, yaitu meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palembang dan menghadiri peluncuran program penanaman padi apung di Kabupaten Banyuasin.
Di Kota Palembang, Presiden Prabowo direncanakan akan meninjau langsung jalannya program MBG di SD Negeri 129 yang berada di kawasan Sukarami.
Program ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dasar di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:3.000 Personel Disiagakan, Korem 044/Gapo Siap Amankan Kunjungan Presiden Prabowo ke Sumsel
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Amri, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menyambut kedatangan Presiden.
"Sejauh ini, kunjungan Presiden hanya untuk melihat langsung jalannya program MBG di SD 129.
Tidak ada acara tambahan seperti penyambutan budaya atau hiburan lainnya.
Kami bersiap sepenuhnya menyambut RI 1," jelas Amri, Selasa 22 April 2025.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Dukung Penyitaan Aset Koruptor, Tapi Ingatkan Keadilan Bagi Keluarga
Amri juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada informasi tambahan mengenai kunjungan ke sekolah lain selain SD 129.
Fokus utama kunjungan memang hanya pada implementasi MBG di satu titik lokasi.
Setelah dari Palembang, Presiden Prabowo akan bertolak ke Kabupaten Banyuasin untuk menghadiri acara penting lainnya, yakni launching program penanaman padi apung yang digelar di Kecamatan Rambutan.
Program ini merupakan langkah inovatif untuk mengatasi tantangan pertanian di daerah rawa dan lahan basah yang sulit ditanami padi secara konvensional.