Budidaya Tanaman Kembangkol di Lahan Persawahan Lebih Menguntungkan
Sujianto saat menunjukan tanaman kembangkol miliknya yang memasuki fase generatif -Foto : MUSLIMIN-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Tanaman Kembangkol yang identik dengan tanaman dataran tinggi, saat ini sudah banyak di kembangkan di dataran renda. Bahkan saat ini beberapa petani di Kabupaten Musi Rawas, telah berhasil menanam tanaman kembangkol.
Seperti di Kecamatan Muara Beliti dan Kecamatan Tugumulyo, itu ada beberapa petaninya yang telah membudidayakan tanaman kembangkol. Untuk di Kecamatan Tugumulyo dikembangkan di Desa H Wukirsari.
Sujianto salah seorang petani yang membudidayakan tanaman Kembangkol menyampaikan jika saat ini dirinya telah membudidaya tanaman Kembangkol sebanyak kurang lebih 6.000 batang. Itu dibagi dua tahap.
Untuk tanaman kembangkol yang di tanam pada tahap pertama sudah memasuki fase generatif. Sedangkan yang tahap keduanya itu baru selesai di tanam. Untuk menanam rapat dengan jarak antar tanaman itu sekitar 60 X 50 CM dan 40 X 50 Cm, karena biasanya permintaan dari pasar untuk bunga kembangkol itu di bawah satu kilo.
BACA JUGA:13 Akselerasi Kemenimipas : Lapas Narkotika Muara Beliti Kembangkan Budidaya 3 Jenis Ikan
BACA JUGA:Sebelum Budidaya Ikan lele Pahami Penyakit dan Hama yang Menyerang
Sekitaran 500 gram, karena menurut pedagang itu sendiri kurang laku dipasaran. Untuk tanaman yang sudah memasuki fase generatif ada sebanyak 700 batang. "Sisanya sekitar 5.300 batang itu baru ditanam," jelasnya Kepada KORANLINGGAUPOS. Sabtu 26 April 2025.
Untuk pemasaran kembangkol ada yang telah siap menampung dari pasar Lubuk Linggau dan Pasar Kalangan.
Kondisi cuaca seperti saat ini, menjadi kendala dalam membudidaya tanaman kembangkol karena adanya hama ulat penggerek batang , dan penyakit layu fusarium. "Ini yang menjadi kendala kita saat ini," kaatnya.
“Pengendalian sendiri itu harus lebih rutin dilakukan , dengan penyemprotan fungisida yang bersifat bakterisida, seperti Bactocyn. Pengendaliannya sendiri juga tergantung dengan tingkat parahnya serangan hama dan penyakit jika parah itu dalam seminggu dapat dilakukan 2 kali penyemprotan,” ungkapnya.
Bahkan dengan kondisi cuaca seperti saat ini, itu dapat juga berpengaruh dengan bunganya biasanya bunganya akan busuk yang menimbulkan aroma yang tidak sedap. Bahkan akan berubah warna menjadi hitam, ini pertanda tidak layak konsumsi.
BACA JUGA:Cara Budidaya Ikan Koi Agar Hasil Berlimpah dan Berkualitas
Dengan kita menanam kembangkol ini dilahan sawah, ini cukup mempunyai keuntungan salah satunya itu kita bisa menghemat waktu dan biaya untuk penyiraman tanaman kembangkol , dibandingkan jika menanam tanaman ini di lahan darat.