Ada Warga Sulit Berobat atau Tidak Bisa Sekolah, Bupati Muratara Minta Segera Laporkan

Bupati Muratara, H Devi Suhartoni - Foto : Dok Pribadi-

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Bupati Muratara H Devi Suhartoni terus memastikan, tidak ada warga di Kabupaten Muratara yang sulit mendapat pelayanan kesehatan maupun pendidikan. Ia memastikan semua warga yang sakit bisa mudah berobat, dan anak-anak semua bisa bersekolah.

Bahkan jika ada warga yang sakit namun sulit untuk berobat, atau anak yatim piatu atau dari keluarga miskin yang tidak bisa sekolah, Bupati meminta agar segera diinformasikan langsung ke media sosialnya. Tujuannya, agar bisa segera ia tindaklanjuti. 

"Kepada semua masyarakat Muratara, informasikan kepada saya dan pak Wabup Junius Wahyudi jika di desa ada orang miskin sakit, anak yatim piatu tidak sekolah, atau ada orang kena ganguan jiwa atau ada orang yang susah tidak bisa makan," tulisnya dalam media sosialnya. 

Hal ini pun mendapat tanggapan positif dari warga Muratara. Salah satunya Aidil Mubaroq Kosuma. Melalui akun Facebooknya ia menyampaikan "Ibu saya Kena penyakit psikiater pak . Saya bayar BPJS mandiri dari tahun 2020. Sekarang ngambil obatnya di puskesmas muara kulam kec ulu Rawas. Saya minta tolong BPJS untuk ibu saya tolong usahakan pembayaran ny dari pemerintah pak . Karena obatnya harus diminum setiap hari tidak boleh dijeda. Klo dijeda kena lagi penyakit ny pak . Saya Aidil warga desa sosokan. Ibu saya namanya Sumarni."

BACA JUGA:Selamatkan SMAN Bingin Teluk Lokal Jauh Muratara, Desak Pemdes Urus Legalitas Tanah

BACA JUGA:7 Pejabat di Muratara Eselon II Dilantik, Bupati : Bekerjalah dengan Penuh Dedikasi

Tak hanya itu saja, Bupati juga berkomitmen mendorong anak muda di Muratara, untuk bisa bekerja.

"Kita bersatu dan sabar untuk terus dorong generasi muda kita menjadi lebih baik dan berkerja, karena pengangguran masih banyak. Untuk anak-anak kita juga berpesan untuk tidak milih pekerjaan, harus siap kerja apapun itu yang penting halal," ungkapnya. 

Masalah kerja anak-anak muda di Muratara Bupati juga pernah menekankan dan memohon semua perusahaan agar ada pelatihan.

"Sudah banyak yang diterima tetapi banyak juga gugur karena alasan tidak tahan atau dipecat karena kelakuan. Saya selalu berpesan ke anak-anak muda kita, ketika sudah diterima pihak perusahaan patuhi aturan, disiplin dan bersyukur. Jaga keselamatan kerja, berkerja datang tepat waktu, pulang tepat waktu, patuhi aturan kerja baik-baik, hormati atasan, dan bekerja dengan jujur," pesannya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan