Kue Pukis Aneka Rasa Cuma Rp2.500 Saja
Kue Pukis Lumer Abdurrahman - Foto : Yunita Rahmawaty/Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Kue pukis, jajanan tradisional khas Indonesia, kembali menjadi buruan masyarakat. Varian rasa yang semakin beragam, mulai dari cokelat, keju, pandan, hingga topping kekinian seperti matcha dan selai nanas.
Hal ini turut menarik minat pembeli dari kalangan muda yang biasa tertarik dengan jajanan modern kini beralih ke jajanan tradisional
Di tengah maraknya jajanan kekinian yang bermunculan di berbagai sudut kota, kue pukis tetap bertahan sebagai camilan tradisional yang dicintai masyarakat, mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua masih sangat menyukai kue ini.
Kue yang terbuat dari campuran tepung terigu, telur, gula, dan santan ini masih mudah ditemukan, terutama di pasar tradisional atau di jalan-jalan tertentu.
BACA JUGA:Kue Tradisional Masih Dicari Masyarakat
BACA JUGA:Jangan Makan Kue Kering Berlebihan, Ini Dampak untuk Kesehatan Kita
Salah satu pelaku usaha yang menjual kue Pukis adalah Kue Pukis Lumer Abdurrahman yang terletak di Jalan Depati Said, Ulak Lebar, Kec. Lubuk Linggau Barat II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Kamis 15 Mei 2025 saat dibincangi oleh wartawan KORANLINGGAUPOS.ID Sungkafindo selaku owner dari Kue Pukis Abdurrahaman mengungkapkan harga kue Pukis yang ia tawarkan cukup bersahabat yakni hanya Rp2.500 saja per pcs.
“Mau rasa apapun hanya Rp2.500 saja, biasanya yang beli 1 porsi dengan isi 5 jadi Rp12.500 dengan rasa yang bermacam, boleh campur,” Ujarnya.
Dalam sehari Kue Pukis Abdurrahman dapat habis hingga 3-4kg adonan atau 200-300 pcs per hari.
BACA JUGA:Aneka Kue Basah Khas Sumatera Selatan di Neng’s Bakery Lubuk Linggau
BACA JUGA:Ada Tasyakuran Kemenangan Dihibur DJ, Ulama Minta Pemkot Lubuk Linggau Kaji Ulang
Olahan adonan tersebut juga dibuat secara pribadi sehingga rasa yang ditawarkan masih autentik.
Kue Pukis Abdurrahman sudah buka kurang lebih 10 bulan dan saat ini buka setiap hari dari hari senin-minggu dari jam 11 siang sampai habis.