Soal Tambang Emas Ilegal Bupati Muratara Tegaskan Sudah Usulkan WPR
Bupati Muratara H Devi Suhartoni menjelaskan soal langkah dan upaya Pemkab Muratara dalam mengatasi air sungai keruh di Muratara - FOTO : SC FB H Devi Suhartoni-
MURATARA, KORANLINGGAUPOS.ID - Keluhan soal air sungai keruh terus mencuat di kalangan masyarakat. Hal ini membuat Bupati Muratara H Devi Suhartoni kembali angkat bicara.
Bupati kembali menegaskan jika pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, bukan hanya berdiam diri.
"Banyak yang tanya kenapa Bupati diam saja tidak turun ke lokasi, saya turun tapi tidak kelihatan. Dan diawal-awal ini saya banyak keluar urusin sekolah, batalyon, membangun rumah susun, menyelesaikan masalah hutang termasuk masalah ling kungan hidup," jelasnya dalam siaran langsung di media sosialnua, Selasa 20 Mei 2025.
Bupati mengakui jika permaslaahan air sungai keruh karena aktivitas tambang ilegal ini sudah bertahun-tahun.
BACA JUGA:Soal Air Sungai Keruh Ini Kata Bupati Muratara
"Dulu ribut di Karang Jaya, sekarang Rawas Ulu dan Ulu Rawas. Apakah masyarakat benar, ya memang benar air sungai kita sudah keruh banget. Saya kasihan dengan masyarakat dan saya sakit hati lihatnya. Air sungai yang mereka gunakan kondisinya keruh. Di sisi lain masyarakat yang nambang ini mau makan, sementara yang kaya para cukongnya," jelasnya.
Berbagai upaya diakui Bupati sudah mereka lakukan, bertemu dengan BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup dan sebagainya.
"Saya juga sudah usulkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di pusat untuk dilaksanakan di Karang Jaya dan Ulu Rawas. Dengan WPR warga kita yang nambang berkeadilan dan yang pasti tidak merusak lingkungan. Yang jelas jika ada WPR warga saya bisa melakukan aktivitas nambang," tegasnya.
Kalau sudah WPR jelas Bupati, ada kewajiban yang harus dilakukan penambang rakyat.
BACA JUGA:Ada Warga Sulit Berobat atau Tidak Bisa Sekolah, Bupati Muratara Minta Segera Laporkan
"Dan kalau merusak lingkungan otomatis ditutup. Makanya sabar, semua upaya sudah kita lakukan," tegasnya lagi.
Bupati juga menegaskan, Pemkab sudah lama bergerak menyikapi permasalahan tambang emas ilegal.