Rokok Ganggu Kesuburan Pria dan Wanita, ini Penjelasan dr Tirta
dr. Tirta-Foto : @dr.tirta-
KORANLINGGAUPOS.ID - Merokok telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pernapasan, penyakit jantung, dan kanker.
Namun, salah satu dampak yang sering kali kurang mendapat perhatian adalah pengaruhnya terhadap kesuburan.
dr. Tirta, seorang dokter yang aktif berbagi edukasi kesehatan di media sosial, termasuk YouTube dan TikTok, telah membahas bagaimana konsumsi rokok berlebihan dapat menyebabkan masalah kesuburan, termasuk risiko kemandulan.
Menurut dr. Tirta, zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok, seperti nikotin dan tar, dapat merusak atau memperburuk kualitas sperma dan sel sel ovarium jika merokok secara berlebihan.
BACA JUGA:Ayah, Sayangi Anakmu dengan Stop Merokok
BACA JUGA:1000 Bungkus Rokok Disita dari Koper Jemaah Haji, Aturan Cukai Arab Saudi Ditegakkan Tanpa Kompromi
Pada pria, merokok berlebihan dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma, motilitas (kemampuan bergerak), dan morfologi (bentuk sperma yang sehat). Hal ini dapat mengurangi peluang pembuahan dan meningkatkan risiko infertilitas.
Rokok dapat mengganggu keseimbangan hormon yang berperan dalam sistem reproduksi. Pada wanita, merokok dapat menyebabkan penurunan kadar estrogen, yang berpengaruh pada siklus menstruasi dan ovulasi.
Kandungan zat kimia dalam rokok dapat menyebabkan mutasi DNA pada sperma dan sel telur, yang berpotensi meningkatkan risiko keguguran atau kelainan pada janin.
Dalam beberapa video yang diunggah di YouTube dan TikTok, Dr. Tirta menekankan bahwa kebiasaan merokok bukan hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat mempengaruhi pasangan dan keturunan mereka di masa depan.
BACA JUGA:Ingatkan Jemaah Haji yang Perokok, Hindari 12 Kawasan Ini Maka Bisa Didenda HIngga Hukuman
BACA JUGA:Hei Bapak, Rokokmu Bahaya untuk Kehamilan Istrimu
Ia mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan bahaya rokok dan mempertimbangkan untuk berhenti merokok demi kesehatan jangka panjang.
Merokok berlebihan memiliki dampak serius terhadap kesuburan, baik pada pria maupun wanita.