Sartono Warga Desa Tegal Rejo Memanfaatkan Lahan Kosong Dengan Menanam Tanaman Bayam

Sartono Petani asal Desa D Tegalrejo Kecamatan Tugumulyo, saat lagi panen sayuran bayam miliknya, Jumat 30 Mei 2025- Foto :MUSLIMIN-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Memanfaatkan lahan sawah yang kosong  sebelum memasuki musim tanam  tanaman padi, saat ini banyak dilakukan oleh petani untuk menanam tanaman sayuran yang memiliki usia panen yang singkat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Bahkan dengan hasil dari tanaman sayuran yang ditanam bisa digunakan sebagai modal untuk keperluan menanam tanaman padi berikutnya. Tak hanya itu saja dengan rotasi tanaman juga bermanfaat untuk meningkatkan  kesuburan tanah, mengurangi penyakit dan hama.

Hal inilah yang tengah dilakukan Sartono Petani asal Desa D Tegal Rejo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.  Setelah melakukan panen tanaman padi beberapa waktu yang lalu dirinya, bersama sang istri melanjutkan menanam tanaman yang memiliki usia panen yang singkat yakni sayuran bayam.

Merotasi tanaman memang selalu dilakukan setiap kali setelah panen tanaman padi, hal ini memiliki tujuan diantaranya untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi hama dan penyakit serta dapat menghasilkan penghasilan tambahan. 

 

“Untuk luas lahan yang kami tanaman sayuran bayam ini sekitar sebahu, dengan luas lahan tersebut bisa menghabiskan bibit bayam sekitar 2 kilogram. Bibit tidak beli karena setiap kali menanam tanaman bayam kami memang selalu membuat bibit sendiri,” jelasnya Kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Jumat 30 Mei 2025.

Pembuatan bibit bayam itu tidak terlalu susah, jadi setiap musim tanam bayam sengaja tinggalkan beberapa batang, bayam didiamkan sampai berbunga, bunganya diambil di pilih yang mana bibitnya  yang bagus, lalu dikeringkan. Ini lah yang dijadikan untuk bibit bayam di musim tanam selanjutnya.

Tanaman bayam ditanam disela-sela waktu musim tanaman padi karena usia tanaman ini sangat singkat, yakni di usia 21 hari sudah bisa panen. Selanjutnya dengan luas lahan ini diperkirakan sekitar 10 ribuan  ikat tanaman bayam bisa didapat.

Apa lagi musim tanam kali ini serangan hama dan penyakit terbilang tidak ada. Perawatan tanaman bayam tidak susah, diusia satu minggu setelah tanam itu bisa langsung dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk urea dan ponska. 

 

Tanaman bayam biasanya banyak terserang hama penyakit , saat cuaca musim hujan, biasanya ulat dan penyakit bercak daun sering muncul ditambah benih yang disebarkan itu banyak yang tidak tumbuh. Selain itu saat musim panas hama dan penyakitnya berkurang.

Untuk harganya sendiri, saat ini sayuran  bayamnya itu ditingkat petani sekitar 800-900 rupiah perikatnya. Bahkan sudah dua hari ini harga bayam turun lagi menjadi Rp 100 per ikatnya, ini disebabkan karena sayuran bayam sedang banjir di pasaran. 

Sayuran bayam paling pas dipanen saat usia 21-30 hari setelah tanam karena lewat dari waktu itu bayamnya sudah berbunga dan kurang disenangi oleh pembeli jika sayuran bayamnya  sudah mengeluarkan bunga.

Setelah panen sayuran bayam ini nanti akan langsung melakukan olah lahan sawah ini, karena sudah waktunya untuk menanam tanaman padi. Untuk bibit padi sudah  dilakukan penyemaian telah berusia sekitar kurang lebih 10 hari.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan