Budidaya Tanaman Nilam Hampir Punah Luas Tanam Tinggal 3 Hektar
Alat penyulingan minyak Nilam yang ada di Kecamatan Selangit- -foto Dokumen Petugas Pertanian Kecamatan Selangit --
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Tanaman Nilam sempat booming di Kabupaten Musi Rawas, bahkan petani di seluruh desa yang ada di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas membudidayakan tanaman Nilam.
Namun kini tanaman tersebut nyaris punah tinggal satu desa saja yang masih membudidayakan tanaman Nilam.
"Saat ini, Tanaman Nilam hanya ada di desa Muara Nilau di desa-desa lain sudah tidak tanam lagi, hampir punah," demikian kata Dessi Kurnia petugas Dinas Perkebunan (Disbun) Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas kepada KORANLINGGAUPOS.ID.
Menurutnya, petani yang membudidayakan tanaman Nilam hanya 3 KK. Luas lahan tanaman Nilam lebih kurang 3 hektar. "Tinggal 3 KK lagi yang masih tanam Nilam. Kalau dulu hampir semua desa tanam Nilam," tambahnya.
BACA JUGA:Petani Melenial Musi Rawas, Berhasil Kembangakan Budidaya Melon Menggunakan Metode Hidroponik
BACA JUGA:123 Petani Kelapa Sawit Dari Musi Rawas Ikut Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit
Penyebab tanaman Nilam ini menjadi langkah karena tanaman diserang penyakit daun keriting, sedangkan yang menghasilkan uang dari daunnya.
Sementara itu hingga saat ini belum ada obat untuk mengatasi masalah tersebut, berbagai insektisida sudah dicoba namun tetap saja tidak membuahkan hasil. "Sehingga petani gagal panen. Jadi petani tidak mau lagi tanam Nilam," ungkapnya.
Tanaman Nilam yang dijual minyaknya dari hasil penyulingan dari daunnya. Usia tanaman Nilam 9 bulan. Dalam satu kali penanaman daun tanam Nilam bisa dipanen 3 kali. Panen dilaksanakan 3 bulan sekali.
"Ketika panen terakhir tanaman Nilam dicabut hingga ke akar-akarnya dan dikukus semua untuk diambil minyaknya dengan cara penyulingan," paparnya.
BACA JUGA:Menginspirasi di Tengah Kesibukannya Kades Sukomulyo, Sukses Budidaya Pepaya
BACA JUGA:Budidaya Tanaman Kembangkol di Lahan Persawahan Lebih Menguntungkan
Dessi menyebut harga jual minyak Nilam kalau dulu Rp 650 ribu per liter, tapi sekarang kabarnya naik menjadi Rp 900 ribu per liter karena sudah langkah. "Harga minyak Nilam kabarnya sekarang naik Rp 900 ribu per liter karena sudah langkah," sebutnya.
Dessi menambahkan mahalnya harga minyak nilam sebanding dengan sulitnya mendapatkan minyak nilam. Proses untuk membuat minyak nilai cukup panjang setelah daun nilam dipanen harus dijemur dulu hingga kering. Kalau kondisi panas 3 hari kering.