Ternyata ini Penyebab Lahan Sekolah Rakyat yang Diajukan Pemkab Muratara Ditolak

Sekolah Rakyat-Foto: COPILOT AI-

KORANLINGGAUPOS.ID-Tim dari Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Kementerian PU Sumatera Selatan (Sumsel) telah melakukan survei calon lahan Sekolah Rakyat yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

Hasilnya lahan yang diusulkan Pemkab Muratara ditolak Tim Satker Prasarana Strategis Kementerian PU Sumsel karena lokasi lahan di bawah sutet atau jaringan listrik tegangan tinggi.

"Selain ngecek lokasi di Musi Rawas, kami sudah mengecek Muratara, namun yang di Muratara bermasalah karena lahan yang diusulkan berada di bawah sutet," kata Muhamad Syahiran staf Satker Prasarana Strategis Kementerian PU Sumsel.

Padahal menurutnya, pada saat rapat zoom meeting sudah disampaikan bahwa lahan tidak boleh dekat Sutet, tidak boleh lahan rawa. lahan harus lebih tinggi dari jalan. 

BACA JUGA:Sekolah Rakyat di Kabupaten Musi Rawas Belum Dibangun Tapi Yang Mendaftar Sudah 60 Orang

BACA JUGA:Fiks Sekolah Rakyat di Kabupaten Musi Rawas Dibangun Tahun 2026

Pada saat Muratara menyampaikan lokasi pada saat zoom kita minta lokasi lain karena terlihat dekat Sutet.

Pihak Pemkab Muratara siap menggeser ke lokasi lain.

Namun pada saat di cek kelapangan hanya bergeser sedikit dari lokasi semula. 

"Tapi mereka menyatakan siap mencari lokasi lain," ungkapnya.

BACA JUGA:Selesai Ikut Retret, Begini Kesan yang Dirasakan Kepala Sekolah Rakyat

BACA JUGA:Gandeng Pemkab-Pemkot, Sekolah Rakyat Manfaatkan Balai Latihan Kerja

Dijelaskannya jika lahan sekolah rakyat yang diajukan Pemda disetujui sesuai ketentuan maka pembangunan infrastruktur seperti gedung sekolah, rumah guru dan asrama akan dibangun oleh Kementerian PU  Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. 

Menurut Muhamad Syahiran, lahan sekolah rakyat yang sudah disetujui Musi Rawas.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan