Panen Satu tahun Sekali Petani Padi di Jayaloka Tidak Jual Hasil Panen
Rizal Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jayaloka monitoring panen padi lahan kering Kelompok Tani Ingin Maju Kelurahan Jaya Tunggal--foto dokumen BPP Jayaloka--
JAYALOKA, KORANLINGGAUPOS.ID - Petani di Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak menjual padi hasil panen mereka karena untuk dikonsumsi sendiri. Sehingga tidak ada penyerapan padi maupun Gabah Kering Panen (GKP) oleh Bulog di Kecamatan Jayaloka.
"Kami sudah mensosialisasikan kepada petani kalau mereka mau menjual Gabah Kering Panen atau beras kepada Bulog, pihak bulog siap menampung," kata Rizal Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jayaloka kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 31 Mei 2025.
Menurutnya, petani padi di Kecamatan Jayaloka tidak menjual padi maupun gabah kering panen karena untuk dikonsumsi sendiri. Pasalnya luas lahan pertanian mereka tidak begitu luas, jasi hasil panen hanya untuk konsumsi sendiri untuk stok selama 1 tahun.
Tanam padi di Kecamatan Jayaloka semua padi lahan kering atau padi darat. "Di sini padi lahan kering atau padi Gogo. Di sini hanya satu kali musim tanam, hanya satu tahun sekali sehingga hasil panen hanya untuk konsumsi sendiri," jelasnya.
BACA JUGA:Momen Pelepasan Siswa Kelas VI dan Panen Karya di SDN 44 Lubuk Linggau
BACA JUGA:Petani Cabai di Desa Sidoharjo Terancam Gagal Panen Dikarenakan Serangan Hama Tikus
Luas lahan yang ditanam padi darat 171 hektar pada tahun 2024. Untuk luas tanam tahun ini belum tahu karena saat ini baru mulai musim tanam. "Untuk tahun ini belum tahu karena baru mulai musim tanam. rekapnya nanti baru bisa diketahui pada bulan Juli-Agustus," tambahnya.
Ia memperkirakan luas tanam padi darat di Kecamatan Jayaloka tahun 2025 berkurang dari tahun lalu. Pasalnya pohon sawit sudah besar sehingga di selah-selahnya tidak bisa lagi di tanam padi gogo. " Di Jayaloka banyak tanaman padi tumpang sari di kebun kelapa sawit, tahun 2025 pohon sawit sudah besar sehingga tidak bisa lagi ditanam padi. Kalau pohon kelapa sawit sudah besar tanaman padi tidak kena sinar matahari," jelasnya.
Disamping itu saat ini sudah tidak boleh lagi buka lahan dengan cara dibakar. "Sekarang tidak boleh lagi buka lahan dengan cara dibakar jadi otomatis luas tanam padi Gogo di Jayaloka berkurang dari tahun sebelumnya," ungkapnya.