Wacana Sekolah Kedinasan Bayar Sendiri, Siap-Siap Uang Saku Tidak Turun Lagi?

Pernyataan ini langsung mengundang pro-kontra sebab selama ini, sekolah kedinasan dikenal sebagai jalur istimewa yang memberikan banyak keuntungan pendidikan.-Tangkap Layar -

KORANLINGGAUPOS.ID - Wacana sekolah kedinasan tidak gratis lagi datang sangat mengejutkan dari Gedung DPR.

Anggota Fraksi Partai Golkar, Juliyatmono, mengusulkan agar sekolah kedinasan tidak lagi dibiayai penuh oleh negara, dan lulusannya tidak otomatis diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pernyataan ini langsung mengundang pro-kontra sebab selama ini, sekolah kedinasan dikenal sebagai jalur istimewa yang memberikan banyak keuntungan pendidikan gratis, asrama, uang saku, dan jaminan langsung jadi ASN.

Lalu, apa sebenarnya yang melatarbelakangi usulan ini?

BACA JUGA:6 Penyebab Umum Berkas TMS Saat Daftar Sekolah Kedinasan 2025

Apa Sebenarnya yang Diusulkan?

1. Gagasan Juliyatmono punya dua poin utama:

2. Biaya sekolah kedinasan dibayar sendiri oleh peserta, seperti halnya universitas umum.

Lulusan sekolah kedinasan tidak otomatis jadi CPNS, tapi tetap ikut tes CPNS umum bersama lulusan kampus lain.

BACA JUGA:Jadwal dan Materi SKD Sekolah Kedinasan 2025, Panduan Lengkap Lolos Seleksi Tahap Awal

Dengan sistem ini, menurutnya, sekolah kedinasan akan tetap eksis, tetapi lebih inklusif dan kompetitif.

Siapa pun bisa daftar asal memenuhi syarat dan mampu membiayai pendidikannya.

Juliyatmono menyoroti bahwa sistem sekolah kedinasan yang ada saat ini menciptakan kelompok elit kecil yang merasa paling unggul karena masuknya sulit, gratis, dan setelah lulus langsung kerja.

“Perguruan tinggi kelembagaan ini diberikan fasilitas luar biasa.

BACA JUGA:PTDI STTD 2025, Sekolah Kedinasan Transportasi Darat dengan Peluang ASN dan Industri

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan