BPS Musi Rawas Tingkatkan Kontribusi Masyarakat Terhadap Data Statistik

Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas, Samsul Munawar, S.ST., M.Si., saat mendampingi pelaksanaan kegiatan pembinaan statistik sektoral tahap kedua yang difokuskan pada peningkatan kualitas data dan pemahaman proses bisnis statistik-Foto : Mukmin/Linggau Pos-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pembina data statistik nasional kembali melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik, khususnya dalam ranah statistik sektoral.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap data statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional (SSN), serta mendukung pencapaian pembangunan nasional yang berbasis data berkualitas.

Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas, Samsul Munawar, S.ST., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan statistik sektoral kali ini merupakan tahap kedua dan lebih difokuskan pada diskusi kualitas data serta pemahaman proses bisnis statistik.

“Materi pembinaan berasal dari internal BPS, yang juga sudah disesuaikan dengan arahan dari BPS pusat. Sehingga penyampaian kepada OPD-OPD tetap sejalan dengan pedoman nasional,” jelasnya.

BACA JUGA:BPS Musi Rawas Akan Dilaksanakan Dua Agenda Penting PODES-SUPAS 2025

BACA JUGA:BPS Kota Lubuk Linggau Turunkan 60 Petugas Susenas, Ini Target yang Dihasilkan

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut diundang dalam kegiatan ini, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dari Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Samsul Munawar mengungkapkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang masih berada pada kategori “cukup”. 

Pada tahun 2024, nilai IPS Kabupaten Musi Rawas tercatat 2,27, 

sementara Musi Rawas Utara 2,3. Padahal, standar untuk masuk dalam kategori “baik” berada pada angka minimal 2,6.

BACA JUGA:Pengangguran Terbesar di Indonesia, Menurut Data BPS dari Jenjang Pendidikan, SMK Bukan?

BACA JUGA:Segini Rata-rata Upah Buruh di Indonesia 2024, Berdasarkan BPS

“Permasalahan utama terletak pada enam dimensi penilaian, terutama kelembagaan, proses bisnis, dan kualitas data. SDM yang belum mumpuni menjadi salah satu hambatan yang harus segera dibenahi,” ujarnya.

BPS menekankan pentingnya pemahaman dan kemandirian OPD dalam seluruh siklus kegiatan statistik, mulai dari pengumpulan data, pengolahan, analisis, hingga diseminasi dan evaluasi. Tahun 2025 menjadi momentum persiapan, mengingat tidak akan dilakukan penghitungan indeks statistik di tahun tersebut. Diharapkan, melalui pembinaan ini, hasil penilaian IPS pada 2026 mendatang bisa meningkat signifikan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan